Duta Besar Republik Indonesia (RI) untuk Amerika Serikat (AS) yang baru, Dwisuryo Indroyono Soesilo, telah menegaskan komitmennya. Ia akan memperkuat Kemitraan Strategis Komprehensif antara Indonesia dan AS. Kemitraan ini, yang resmi dimulai November 2023, diharapkan menjadi fondasi kuat.
Dubes Indroyono, yang dilantik Presiden Prabowo Subianto pada 25 Agustus lalu, menekankan potensi kemitraan ini. Ia melihat peluang besar untuk diterapkan di berbagai sektor krusial. Salah satu fokus utamanya adalah sektor ekonomi, termasuk peningkatan akses pasar.
Selain ekonomi, Dubes Indroyono juga menyoroti pentingnya kolaborasi teknologi. Upaya ini diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif. Ini juga bertujuan pemerataan akses informasi di seluruh Indonesia, termasuk daerah terpencil.
Advertisement
Advertisement
Sektor ekonomi menjadi prioritas utama dalam penguatan Kemitraan Strategis RI-AS yang digagas oleh Dubes Indroyono Soesilo. Ia melihat peluang besar untuk mengembangkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Indonesia, mengingat negara ini memiliki sekitar 60 juta UMKM yang berpotensi menembus pasar global.
Peningkatan akses pasar produk Indonesia di AS menjadi agenda penting. Dubes Indroyono menyoroti tantangan tarif impor yang masih tinggi, bahkan mencapai 19 persen, untuk produk-produk seperti minyak sawit, furnitur, dan perikanan. Pemerintah Indonesia akan terus berupaya melakukan negosiasi agar produk nasional mendapatkan perlakuan yang lebih kompetitif di pasar AS.
Langkah ini diharapkan tidak hanya meningkatkan volume ekspor, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi produk-produk Indonesia di pasar internasional. Dengan demikian, UMKM dapat lebih mudah bersaing dan berkontribusi lebih besar pada perekonomian nasional.
Advertisement
Advertisement
Dalam konteks teknologi dan digitalisasi, Dubes Indroyono Soesilo mengungkapkan rencana peluncuran Satelit Nusantara V. Satelit milik PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN) ini dijadwalkan meluncur pada awal September 2025 dari Florida, Amerika Serikat.
Peluncuran satelit ini merupakan bagian integral dari upaya pemerintah untuk memperluas jangkauan internet hingga ke daerah-daerah terpencil di seluruh Indonesia. Dengan kapasitas transmisi data sebesar 160 Gbps, sekitar 140 Gbps akan dialokasikan khusus untuk kebutuhan domestik, sementara sisanya untuk pasar luar negeri seperti Malaysia dan Filipina.
Kehadiran Satelit Nusantara V diharapkan dapat menjembatani kesenjangan digital, memberikan akses internet yang lebih merata, dan mendukung inovasi di berbagai sektor. Ini sejalan dengan visi Kemitraan Strategis RI-AS untuk mendorong kemajuan teknologi yang inklusif.
Advertisement
Advertisement
Dwisuryo Indroyono Soesilo bukanlah sosok asing dalam kancah diplomasi dan pemerintahan Indonesia. Sebelum menjabat sebagai Duta Besar RI untuk AS, ia memiliki rekam jejak yang panjang dan cemerlang di berbagai bidang.
Pria kelahiran Jakarta ini merupakan lulusan Teknik Geologi ITB (1979). Ia kemudian melanjutkan studinya di Amerika Serikat, meraih gelar magister di bidang Remote Sensing dari University of Michigan (1981) dan gelar doktor dalam Geologic Remote Sensing dari University of Iowa (1987).
Pengalamannya meluas hingga tingkat internasional, di mana ia menjadi orang Indonesia pertama yang menduduki jabatan tinggi di Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) sebagai Direktur Sumber Daya Perikanan dan Aquakultur pada tahun 2012. Di dalam negeri, Indroyono juga pernah menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman RI pada periode 2014-2015, menunjukkan kapabilitasnya dalam mengelola sektor strategis.
Advertisement
Sumber: AntaraNews