DJP Banten dan Disdikbud Serang Bersinergi Wujudkan Program Inklusi Sadar Pajak
Kantor Wilayah DJP Banten dan Disdikbud Kota Serang berkolaborasi menyelenggarakan Bimbingan Teknis Program Inklusi Sadar Pajak 2026, menanamkan pemahaman pajak sejak dini kepada generasi muda. Simak detailnya di sini!
Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (Kanwil DJP) Banten bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Serang telah menyelenggarakan Bimbingan Teknis Program Inklusi Kesadaran Pajak 2026. Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan guru Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Serang. Inisiatif strategis ini bertujuan untuk menanamkan kesadaran pajak sejak dini kepada generasi muda melalui jalur pendidikan formal.
Kepala Kanwil DJP Banten, Aim Nursalim Saleh, menjelaskan bahwa program ini merupakan langkah krusial. Kolaborasi ini dirancang untuk mengintegrasikan aspek perpajakan ke dalam kurikulum sekolah. Hal ini diharapkan dapat membangun pemahaman yang komprehensif tentang peran vital pajak bagi kelangsungan negara.
Aim Nursalim Saleh juga menekankan pentingnya pemahaman perpajakan yang menyeluruh. Pemahaman ini harus ditanamkan baik di lingkungan tenaga pendidik maupun peserta didik. Dengan demikian, generasi muda akan tumbuh dengan kesadaran penuh akan kontribusi pajak.
Membangun Fondasi Kesadaran Pajak Sejak Dini
Program Inklusi Kesadaran Pajak menjadi salah satu upaya strategis DJP untuk memperkuat literasi perpajakan di kalangan pelajar. Melalui kegiatan bimbingan teknis ini, para guru SMP dibekali pengetahuan dan keterampilan. Mereka diharapkan mampu menyampaikan materi perpajakan dengan cara yang menarik dan mudah dipahami oleh siswa.
Aim Nursalim Saleh menegaskan bahwa pajak adalah tulang punggung pembangunan negara. Oleh karena itu, menanamkan pemahaman yang benar sejak dini sangatlah penting. Ini akan membentuk warga negara yang sadar akan kewajiban dan hak perpajakannya di masa mendatang.
Kerja sama dengan Disdikbud Kota Serang menunjukkan komitmen pemerintah. Komitmen ini bertujuan untuk menciptakan generasi penerus yang memiliki kesadaran pajak tinggi. Program ini diharapkan dapat menjadi model bagi daerah lain dalam mengimplementasikan pendidikan pajak.
Peran Vital Pendidikan dalam Bonus Demografi
Analis Kebijakan Ahli Madya Bidang Pembinaan SMP Disdikbud Kota Serang, Iyoh Marwiah, menyampaikan dukungan penuh terhadap program ini. Ia menyoroti peran krusial sektor pendidikan di tengah momentum bonus demografi. Indonesia sedang menuju periode emas dengan dominasi generasi muda produktif.
Iyoh Marwiah menjelaskan bahwa pemahaman pajak yang benar perlu ditanamkan sejak siswa duduk di bangku SMP. Hal ini karena di masa mendatang, generasi muda produktif akan mendominasi struktur penduduk. Mereka akan menjadi tulang punggung perekonomian negara.
Disdikbud Kota Serang berkomitmen penuh untuk menyukseskan implementasi program inklusi pajak. Mereka percaya bahwa pendidikan adalah kunci untuk mempersiapkan generasi masa depan. Generasi ini diharapkan mampu berkontribusi secara optimal bagi pembangunan bangsa.
Pembekalan Komprehensif bagi Tenaga Pendidik
Selama kegiatan bimbingan teknis, para peserta mendapatkan pembekalan yang komprehensif. Bidang Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat (P2Humas) Kanwil DJP Banten menjadi narasumber utama. Mereka menyampaikan materi terkait dasar-dasar perpajakan.
Selain itu, para guru juga diajarkan cara mengintegrasikan nilai kesadaran pajak pada kurikulum yang sudah ada. Pendampingan penyusunan Modul Ajar Inklusi Kesadaran Pajak tingkat SMP juga diberikan. Ini memastikan materi dapat disampaikan secara efektif.
Pembekalan ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas guru dalam mengajarkan materi pajak. Dengan demikian, siswa SMP akan mendapatkan pemahaman yang mendalam. Mereka akan siap menjadi wajib pajak yang patuh dan bertanggung jawab di masa depan.
Sumber: AntaraNews