Danrem 042/Garuda Putih: Operasi Modifikasi Cuaca Jambi Efektif Cegah Karhutla
Danrem 042/Garuda Putih Brigjen TNI Nyamin menyatakan Operasi Modifikasi Cuaca Jambi terbukti efektif memperpanjang curah hujan dan mencegah karhutla. Simak detailnya.
Komandan Komando Resor Militer (Korem) 042/Garuda Putih Brigjen TNI Nyamin menilai kegiatan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sangat efektif dan akurat. Kegiatan ini bertujuan memperpanjang curah hujan di Provinsi Jambi. Penilaian ini disampaikan melalui keterangan tertulis di Jambi pada Selasa, 10 Juni 2026.
OMC dilaksanakan dalam dua tahap untuk mengantisipasi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kerap melanda wilayah tersebut. Tahap pertama oleh PT. Wirakarya Sakti telah selesai pada 6 Juni 2026 setelah 20 sortie penerbangan yang intensif.
Tahap kedua, yang dilakukan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI, dimulai sejak 5 Juni 2026 dan dijadwalkan berlangsung hingga 12 Juni 2027. Hingga saat ini, delapan kali penerbangan telah dilakukan untuk penyemaian garam (NaCl) di berbagai wilayah yang berpotensi. Keberhasilan ini terlihat dari masih adanya curah hujan di Jambi, yang sangat vital untuk menjaga kelembaban tanah.
Efektivitas Operasi Modifikasi Cuaca Jambi
Keberhasilan OMC dinilai dari indikasi tingkat curah hujan yang masih ada di Provinsi Jambi, bahkan di tengah potensi musim kemarau. Pemanfaatan awan berpotensi hujan dengan penggaraman menjadi kunci utama dalam strategi ini. Tinggi muka air di lahan gambut terpantau normal, menunjukkan belum adanya potensi terjadinya kebakaran yang signifikan.
Brigjen TNI Nyamin menegaskan bahwa upaya ini sangat akurat dalam memanipulasi kondisi cuaca. OMC berhasil mengoptimalkan potensi awan untuk menghasilkan hujan secara terkontrol. Ini menjadi langkah strategis yang sangat efektif dalam mitigasi bencana karhutla.
Program OMC tahap pertama oleh PT. Wirakarya Sakti telah menyelesaikan 20 sortie penerbangan dengan hasil yang memuaskan. Sementara itu, tahap kedua oleh BNPB RI terus berlanjut dengan jadwal yang ketat. Total delapan penerbangan telah dilakukan untuk penyemaian garam, menunjukkan komitmen serius dalam penanganan.
Peran Perusahaan dalam Pencegahan Karhutla
Danrem menekankan pentingnya peran aktif pengusaha perkebunan dan kehutanan di wilayah Jambi. Mereka harus ikut mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui berbagai upaya konkret. Kontribusi ini sangat krusial bagi keberlanjutan lingkungan dan ekonomi daerah.
Perusahaan diminta menyiapkan sarana dan prasarana pemadaman kebakaran yang memadai. Selain itu, personil regu pemadam kebakaran di tiap perusahaan juga harus dilatih dan disiagakan setiap saat. Ini adalah bentuk tanggung jawab sosial dan lingkungan yang tidak bisa ditawar.
Mitigasi bencana karhutla juga harus melibatkan perkebunan dan masyarakat sebagai subjek utama. Edukasi bencana, terutama di wilayah rawan terhadap pembukaan lahan dengan cara membakar, perlu digalakkan secara masif. Brigjen TNI Nyamin menyebut ini sebagai langkah konkret dunia usaha membantu pemerintah.
Antisipasi Dini dan Sinergi Mitigasi
Meskipun kondisi lahan gambut masih terpantau normal dan belum berpotensi kebakaran, antisipasi dini tetap menjadi prioritas utama. Ancaman karhutla selalu mengintai, terutama saat memasuki musim kemarau panjang. Semua pihak, baik pemerintah, swasta, maupun masyarakat, harus bersinergi dalam upaya pencegahan.
Korem 042/Garuda Putih terus memantau perkembangan cuaca dan kondisi lapangan secara intensif. Koordinasi dengan berbagai instansi terkait, termasuk BNPB dan pemerintah daerah, terus diperkuat. Tujuannya adalah memastikan Provinsi Jambi terbebas dari ancaman asap dan dampak buruk karhutla.
Brigjen TNI Nyamin menganggap kontribusi dunia usaha sebagai salah satu langkah konkret yang sangat berarti. Ini menunjukkan komitmen bersama dalam penanganan karhutla yang berkelanjutan. Edukasi, kesiapan sarana prasarana, dan partisipasi aktif adalah kunci mitigasi efektif.
Sumber: AntaraNews