Badan Bahasa Perkuat Literasi TBM Pekijing Serang, Alihkan Anak dari Gawai
Badan Bahasa memberikan dukungan penuh untuk kemajuan Literasi TBM Pekijing Serang, yang berhasil menciptakan ekosistem baca efektif dan mengalihkan anak-anak dari ketergantungan gawai, menarik perhatian nasional.
Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Hafidz Muksin, baru-baru ini melakukan kunjungan kerja ke Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Pekijing di Kota Serang, Banten. Kunjungan ini berlangsung pada Minggu, 10 Mei, dengan tujuan mengapresiasi inisiatif literasi komunitas yang telah berjalan efektif.
TBM Pekijing telah berhasil membangun ekosistem literasi yang sangat efektif, terutama dalam mengalihkan perhatian anak-anak dari ketergantungan pada gawai. Keberhasilan ini menjadi sorotan utama dan alasan kuat bagi dukungan berkelanjutan dari Badan Bahasa.
Hafidz Muksin secara langsung memuji keaktifan warga serta lingkungan setempat yang telah menciptakan ruang interaksi sosial positif. Beliau menekankan pentingnya menyediakan media yang menyenangkan sebagai alternatif menarik dari penggunaan gawai bagi generasi muda.
Inovasi TBM Pekijing dalam Membangun Minat Baca Komunitas
TBM Pekijing menjadi teladan nyata bagaimana sebuah komunitas dapat berdaya dalam menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pengembangan literasi. Anak-anak di sana terlihat sangat aktif membaca, bermain, dan bahkan menari, semua dilakukan dengan pendampingan langsung dari orang tua mereka.
Salah satu inovasi paling unik dan patut dicontoh yang mendapat pujian dari Hafidz Muksin adalah sistem pengelolaan buku mereka. TBM ini mendistribusikan bahan bacaan secara langsung ke rumah-rumah warga, sebuah pendekatan yang sangat personal dan efektif.
Menurut keterangan dari pengelola TBM Pekijing, setiap buku yang ditempatkan di rumah warga disesuaikan secara cermat dengan profesi atau minat spesifik dari masing-masing keluarga. Contohnya, keluarga petani akan menerima buku-buku yang bernuansa pertanian untuk dibaca.
Strategi ini secara efektif menumbuhkan budaya baca yang kuat, dimulai langsung dari depan pintu rumah dan dilakukan secara bergantian antarwarga. Metode ini memastikan bahwa bahan bacaan selalu relevan dan menarik bagi setiap anggota keluarga di kampung tersebut.
Komitmen Badan Bahasa untuk Mendukung Literasi dan Mengatasi Akses Bacaan
Sebagai wujud komitmen serta dukungan nyata agar program literasi ini dapat terus berkesinambungan, Hafidz Muksin memastikan bahwa Kantor Bahasa Provinsi Banten akan senantiasa memberikan pendampingan dan pembinaan rutin. Langkah ini krusial agar buku-buku yang tersedia dapat dimanfaatkan secara maksimal.
Badan Bahasa juga akan proaktif mendorong TBM Pekijing agar nantinya dapat mengakses berbagai program bantuan pemerintah. Hal ini sangat penting untuk menjamin keberlanjutan inisiatif literasi serta pengembangan TBM di masa mendatang.
Dalam kesempatan kunjungan tersebut, Badan Bahasa bersama Kantor Bahasa Banten turut menyerahkan tambahan koleksi buku bermutu tinggi. Buku-buku ini merupakan hasil sayembara yang bertujuan memperkaya perpustakaan setempat dan menginspirasi kreativitas warga.
Terkait kondisi literasi secara umum di Indonesia, Hafidz Muksin dengan tegas meluruskan pandangan yang menyebutkan rendahnya minat baca masyarakat. Beliau menegaskan bahwa tantangan utama yang sebenarnya adalah keterbatasan akses terhadap bahan bacaan yang menarik.
Hafidz Muksin menjelaskan lebih lanjut, bukan karena minat baca yang kurang, melainkan karena sumber bacaan menarik yang dibutuhkan masyarakat tidak mudah didapatkan. Dengan tersedianya buku-buku bermutu yang relevan, minat baca secara otomatis akan meningkat signifikan.
Sumber: AntaraNews