SMAN 7 Kendari Jadi Percontohan Nasional Program Trigatra Bangun Bahasa
Badan Bahasa Kemendikdasmen RI menetapkan SMAN 7 Kendari sebagai sekolah percontohan Trigatra Bangun Bahasa, sebuah inisiatif strategis untuk memperkuat literasi dan karakter generasi muda Indonesia.
Kendari, 02/5 – SMAN 7 Kendari resmi ditunjuk sebagai sekolah percontohan nasional dalam implementasi program Trigatra Bangun Bahasa. Penetapan ini dilakukan oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI. Langkah ini bertujuan untuk memperkuat literasi serta karakter generasi muda di seluruh Indonesia melalui pendekatan bahasa yang komprehensif.
Program Trigatra Bangun Bahasa sendiri merupakan komitmen pemerintah untuk mengutamakan bahasa Indonesia, melestarikan bahasa daerah, dan menguasai bahasa asing. Inisiatif ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem pendidikan yang mendukung pengembangan kemampuan berbahasa siswa secara holistik. Penetapan SMAN 7 Kendari ini menjadi tonggak penting dalam upaya nasional meningkatkan kualitas pendidikan.
Kepala Badan Bahasa Kemendikdasmen RI, Hafidz Muksin, menyatakan bahwa penetapan SMAN 7 Kendari adalah wujud nyata komitmen tersebut. Ia menyampaikan hal ini di Kendari pada Jumat, dalam rangkaian peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026. Kehadiran beliau di SMAN 7 Kendari juga untuk memberikan semangat kepada siswa dan guru agar termotivasi meningkatkan mutu pendidikan.
Pentingnya Literasi dan Trigatra Bangun Bahasa
Hafidz Muksin menekankan bahwa literasi memiliki makna yang jauh lebih luas daripada sekadar kemampuan membaca dan menulis. Menurutnya, literasi adalah pemahaman mendalam yang mampu mengubah perilaku seseorang menjadi lebih baik dan adaptif. Pemahaman ini menjadi pondasi utama dalam membangun generasi muda yang unggul dan berdaya saing di masa depan.
Dalam konteks peringatan Hardiknas 2026, Hafidz Muksin berharap semangat ini dapat menjadi motivasi kuat bagi seluruh civitas akademika SMAN 7 Kendari. Peningkatan mutu pendidikan, khususnya melalui literasi, menjadi fokus utama program ini. Trigatra Bangun Bahasa menjadi kerangka kerja untuk mencapai tujuan tersebut, memastikan siswa memiliki fondasi bahasa yang kuat.
Program ini tidak hanya berfokus pada aspek kognitif, tetapi juga pada pembentukan karakter siswa. Dengan menguasai tiga pilar bahasa (Indonesia, daerah, dan asing), siswa diharapkan memiliki identitas budaya yang kuat sekaligus mampu bersaing di kancah global. Ini adalah investasi jangka panjang untuk kemajuan bangsa.
UKBI sebagai Tolok Ukur Kemahiran Berbahasa
Untuk mengukur kemahiran berbahasa Indonesia siswa, Hafidz Muksin mendorong gerakan pengutamaan bahasa melalui Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI). UKBI akan menjadi tolok ukur standar bagi seluruh siswa di SMAN 7 Kendari. Inisiatif ini diharapkan dapat menciptakan sebuah gerakan nyata untuk meningkatkan kemahiran berbahasa Indonesia di lingkungan sekolah.
UKBI merupakan instrumen penting untuk mengevaluasi dan meningkatkan kompetensi berbahasa Indonesia secara sistematis. Dengan adanya uji standar ini, siswa dapat mengetahui tingkat kemahiran mereka dan terus berupaya memperbaikinya. Ini juga sejalan dengan upaya pemerintah untuk memartabatkan bahasa Indonesia sebagai bahasa negara.
Selain itu, Hafidz Muksin juga mengajak seluruh siswa untuk rajin belajar dan gemar membaca. Ia menyebutkan bahwa gemar membaca adalah salah satu dari tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat. Kebiasaan ini diharapkan dapat membentuk generasi muda yang unggul dan memiliki wawasan luas, sejalan dengan tujuan Trigatra Bangun Bahasa.
Komitmen SMAN 7 Kendari dan Manfaat UKBI
Menindaklanjuti arahan tersebut, Kepala SMAN 7 Kendari, La Ode Muhammad Sauf, menyatakan komitmen penuh sekolahnya. Pihaknya akan menjadikan UKBI sebagai salah satu persyaratan wajib bagi siswa sebelum menyelesaikan masa studi mereka. Langkah konkret ini menunjukkan keseriusan SMAN 7 Kendari dalam mendukung program nasional Trigatra Bangun Bahasa.
Pelaksanaan tes uji kompetensi kemahiran berbahasa ini akan dilakukan dengan menggandeng Kantor Bahasa setempat. Sertifikat hasil UKBI sangat penting karena dapat menjadi salah satu syarat bagi siswa untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Ini memberikan nilai tambah signifikan bagi lulusan SMAN 7 Kendari.
Pihak sekolah juga akan memanfaatkan platform digital yang tersedia dan mengarahkan tenaga pendidik yang kompeten untuk membimbing siswa. Muhammad Sauf mengungkapkan kebanggaannya atas penetapan ini, yang juga ditandai dengan pemasangan prasasti Trigatra Bangun Bahasa sebagai bukti nyata kemitraan dengan Kantor Bahasa Provinsi Sulawesi Tenggara.
Sumber: AntaraNews