Demo Ojol di Solo Berujung Kericuhan, Diduga Disusupi Provokator
Humas aksi solidaritas ojol Solo Raya, Djoko Saryanto menduga aksi yang dilakukan tersebut disusupi orang yang tidak bertanggung jawab.
Aksi demonstrasi ribuan driver ojek online (ojol) di Solo pada Jumat (29/8) berujung ricuh. Massa merusak sejumlah fasilitas umum usai berunjuk rasa di depan Mako Brimob Batalyon C Pelopor, Manahan. Kericuhan memuncak pada Sabtu (30/8) dini hari, saat Gedung Setwan DPRD Solo dibakar.
Humas aksi solidaritas ojol Solo Raya, Djoko Saryanto menduga aksi yang dilakukan tersebut disusupi orang yang tidak bertanggung jawab. Pasalnya sebelum terjadi kericuhan, pihaknya telah menarik para driver ojol yang ada di lapangan.
"Aksi yang terjadi kemarin ternyata disusupi kegiatan yang mengarah ke pengrusakan atau anarki. Kami sangat menyayangkan dan kami tegaskan bahwa sebelum ada kejadian anarkis, kawan-kawan driver ojol sudah menarik mundur untuk kembali ke markasnya masing-masing, untuk kembali beraktivitas," ujar Djoko.
Lanjut Djoko, pihaknya menarik para driver ojol saat ada indikasi kerusuhan sekitar pukul 15.00 WIB. Menurutnya aksi yang berlangsung rusuh di sejumlah titik Jumat sore itu bukan bagian dari driver ojol.
"Kawan-kawan sudah dihimbau tarik mundur. Karena itu sudah tidak murni lagi aksi dari driver ojol. Bahkan sampai malam pun teman-teman sudah tidak di jalan," tandasnya.
Dikatakan Djoko, untuk mengantisipasi kejadian yang tak diinginkan, pihaknya sudah membuat satgas internal. Termasuk untuk untuk menarik anggota ojek online yang berada di jalan saat terjadi kericuhan.
Satgas itu juga bertugas untuk menyelamatkan kendaraan milik ojol saat aksi kemarin.
"Jadi kita bentuk satgas internal, kita sisir lokasi. Kita mengamankan beberapa motor dari rekan-rakan kita yang masuk rumah sakit di sepanjang jalan Adi Sucipto dan depan Manahan. Kita temukan ada 3 motor yang bisa kita amankan yang saat ini kita titipkan di Satpam CIMB," ujarnya.
Djoko mengatakan telah menyebar sejumlah driver untuk memantau pergerakan para peserta aksi yang memakai jaket ojol, seperti di sepanjang Jalan Slamet Riyadi.
Saat aksi chaos di atas pukul 22.00 WIB itu, lanjut dia, peserta aksi yang beratribut ojol sudah diarahkan untuk pulang.
"Kebetulan ada dari satgas onternal Gojek juga yang menyisir. Jadi yang tidak mempunyai akun diambil jaketnya. Sebenarnya diambil, yang bersangkutan disuruh mengambil di kantor sedangkan yang punya akun aktif diimbau untuk pulang," katanya.