Ratusan driver ojek online (ojol) kembali mendatangi area depan kantor DPRD Jawa Barat, Jalan Diponegoro, Bandung, Rabu (3/9).
Namun kali ini bukan untuk berunjuk rasa, melainkan melakukan aksi bersih-bersih dan pemulihan fasilitas umum yang terdampak demo beberapa waktu lalu.
Mereka membagi tugas mulai dari mengumpulkan sampah, menyapu jalan dan trotoar, hingga mengecat kembali tembok yang sebelumnya dipenuhi coretan massa aksi.
Salah satu driver ojol, Nurman Jaelani, mengatakan aksi ini merupakan inisiatif kolektif para pengemudi yang ingin mengembalikan wajah Bandung agar kembali aman dan nyaman.
“Kegiatan hari ini bersih-bersih, ada yang ngecat, ada yang bersihin gorong-gorong, ada yang menyapu di lingkungan DPRD Provinsi Jabar,” ujarnya.
Nurman menyebut ada sekitar 500 driver ojol yang terlibat, berasal dari berbagai komunitas di Bandung Raya. Ia juga mengimbau rekan-rekan seprofesi agar tidak terprovokasi situasi pascademo yang dipicu meninggalnya Affan Kurniawan.
“Kita berkumpul di sini dalam hal menebar kebaikan, mengembalikan lagi Bandung yang lebih kondusif,” ungkapnya.
Advertisement
Selain ojol, Satuan Patroli Jalan Raya (Sat PJR) Unit 1 dan 3 Ditlantas Polda Jabar juga turun tangan. Mereka melakukan pengecatan ulang sejumlah pos polisi yang menjadi sasaran coretan massa saat aksi berlangsung.
Perbaikan dilakukan di empat titik pos polisi, yaitu Pos Jalan Yani–Riau, Pos Gatsu–Lingkar, Pos Tamblong AA, dan Pos Pasteur–Cokro.
Direktur Lalu Lintas Polda Jabar, Kombes Pol Dodi Darjanto, menegaskan upaya tersebut dilakukan agar pos polisi kembali berfungsi optimal sebagai sarana pelayanan masyarakat.
“Pos Polisi adalah simbol kehadiran negara di ruang publik. Kami ingin memastikan pos kembali bersih, rapi, dan nyaman dipandang masyarakat,” kata Dodi.
Ia menambahkan, pemulihan fasilitas publik ini juga menjadi pengingat agar masyarakat tidak merusaknya.
“Kami ingin menunjukkan bahwa kepolisian selalu hadir untuk melayani dengan baik, termasuk dalam menjaga fasilitas yang digunakan bersama,” ujarnya.
“Kami harap masyarakat tidak hanya menggunakan, tetapi juga ikut merawat dan menjaga pos polisi agar tetap berfungsi maksimal,” pungkasnya.