Demo di Polda Jateng, Massa Protes Kenaikan Tunjangan DPR dan Tuntut Keadilan Kematian Ojol Affan
Massa menyuarakan kekecewaan terhadap pejabat, terutama terkait isu kenaikan tunjangan DPR RI di tengah kondisi ekonomi yang dinilai kian sulit.
Aksi demonstrasi gabungan mahasiswa, masyarakat sipil, pelajar, dan pengemudi ojek online (ojol) digelar di depan Markas Polda Jawa Tengah, Jumat (29/8).
Massa menyuarakan kekecewaan terhadap pejabat, terutama terkait isu kenaikan tunjangan DPR RI di tengah kondisi ekonomi yang dinilai kian sulit.
Selain itu, peserta aksi juga menyinggung kasus kematian Affan Kurniawan, driver ojol yang tewas setelah dilindas kendaraan taktis Brimob saat demonstrasi di Jakarta.
Koordinator aksi mahasiswa, Uno, menegaskan bahwa aksi ini lahir dari ketidakpuasan rakyat terhadap pejabat dan kebijakan pemerintah.
"Kami turun bahwa masyarakat Indonesia tidak bisa dipermainkan," tegas Uno dalam orasinya.
Uno juga menilai demonstrasi perlu terus dilakukan untuk menekan pemerintah agar tidak abai terhadap kondisi rakyat. Ia menyoroti ketimpangan anggaran yang menurutnya lebih banyak menguntungkan pejabat.
"Saya rasa untuk para pemerintah, pejabat, mereka hanya melihat, tapi nyatanya mereka hanya bersenang-senang," pungkasnya.
Massa Lempar Batu ke Kantor Polisi
Sebelumnya, ratusan mahasiswa dan ojek online (ojol) melakukan aksi unjuk rasa di depan Markas Polda Jawa Tengah, Semarang, Jumat (29/8).
Tak lama berorasi dan maju ke depan gerbang, massa lemparan batu bertubi-tubi ke arah kantor polisi tak terhindarkan. Polisi yang dari dalam langsung menembakkan water Cannon ke arah massa aksi.
Salah satu driver ojol Firman mengatakan bahwa kedatangannya merupakan solidaritas untuk rekan sejawat, Affan Kurniawan (21) yang tewas dilindas Rantis Brimob, Kamis (28/8) malam.
"Ini solidaritas saja," kata dia.
Kejadian awalnya orasi berjalan lancar justru dari belakang ada lemparan ke arah dalam Polda Jateng. Polisi yang dari dalam langsung memperingatkan massa agar tertib.
"Massa dari belakang langsung marak lempar.dan akhirnya gas air mata diluncurkan, kita mundur semua," kata tandasnya.