Dampak Bencana Sumbar, Kemenpar Tunda Pelaksanaan Festival Minangkabau
Kementerian Pariwisata (Kemenpar) resmi menunda Festival Minangkabau di Tanah Datar akibat dampak bencana di Sumatera Barat. Kapan acara unggulan KEN 2025 ini akan digelar kembali?
Kemenpar Tunda Festival Minangkabau Akibat Bencana di Sumatera Barat
Kementerian Pariwisata (Kemenpar) secara resmi mengumumkan penundaan pelaksanaan Festival Minangkabau di Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. Acara yang semula dijadwalkan pada 4-6 Desember 2025 ini harus ditunda karena situasi kedaruratan dan dampak bencana yang melanda wilayah tersebut. Keputusan ini diambil sebagai respons terhadap kondisi darurat yang memengaruhi banyak aspek kehidupan masyarakat dan infrastruktur pariwisata di Sumatera Barat.
Pengumuman penundaan ini disampaikan langsung oleh Kemenpar di Jakarta pada Minggu, 28 Desember 2025. Kemenpar menegaskan bahwa fokus utama saat ini adalah penanganan bencana dan pemulihan di wilayah terdampak, serta memastikan keselamatan dan kebutuhan dasar para korban terpenuhi. Koordinasi intensif sedang dilakukan dengan pemerintah daerah dan penyelenggara untuk menentukan langkah terbaik ke depan.
Penundaan Festival Minangkabau menunjukkan komitmen pemerintah dalam memprioritaskan keselamatan dan pemulihan pasca-bencana. Meskipun menjadi salah satu acara unggulan dalam Karisma Event Nusantara (KEN) 2025, penyelenggara memilih untuk menunggu kondisi yang lebih kondusif. Hal ini demi memastikan festival dapat berjalan dengan aman dan memberikan pengalaman terbaik bagi pengunjung di kemudian hari.
Fokus Penanganan Bencana dan Dampak Pariwisata
Hingga 25 Desember 2025, data menunjukkan bahwa bencana banjir di Sumatera Barat telah menyebabkan dampak signifikan pada sektor pariwisata. Tercatat sebanyak 28 desa wisata dan 74 daya tarik wisata (DTW) mengalami kerusakan atau terganggu operasionalnya. Kondisi ini secara langsung memengaruhi potensi kunjungan wisatawan dan pendapatan daerah dari sektor pariwisata, seperti yang juga terjadi di Kota Pariaman di mana jumlah wisatawan merosot.
Kemenpar saat ini tengah berkoordinasi erat dengan berbagai instansi terkait, termasuk Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan Dinas Pariwisata Daerah (Dispar). Upaya ini bertujuan untuk mempercepat respon evakuasi, penyelamatan, serta distribusi bantuan guna memenuhi kebutuhan dasar bagi para korban bencana. Fokus utama pemerintah adalah pemulihan wilayah terdampak agar aktivitas masyarakat dapat kembali normal.
Pemerintah berharap kondisi di Sumatera Barat dapat segera membaik sehingga aktivitas pariwisata dapat kembali berjalan dengan aman dan lancar. Langkah-langkah mitigasi bencana di destinasi wisata rawan juga diperkuat oleh Kemenpar, termasuk persiapan pedoman Cleanliness, Health, Safety, and Environment Sustainability (CHSE). Hal ini penting untuk membangun kembali kepercayaan wisatawan dan memastikan keberlanjutan sektor pariwisata di masa mendatang.
Festival Minangkabau dalam Karisma Event Nusantara (KEN) 2025
Festival Minangkabau merupakan salah satu dari sembilan acara unggulan dari Sumatera Barat yang berhasil masuk dalam 110 acara terbaik Karisma Event Nusantara (KEN) 2025. Program KEN ini diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata sebagai strategi untuk meningkatkan daya tarik wisata daerah melalui event-event berkualitas. Keberadaan festival ini sangat penting untuk mempromosikan kekayaan budaya dan pesona alam Sumatera Barat.
Selain Festival Minangkabau, beberapa kegiatan lain dari Sumatera Barat yang juga masuk dalam daftar KEN 2025 meliputi Festival Siti Nurbaya (Kota Padang), Festival Rakik-rakik (Kabupaten Agam), dan Festival Pesona Mentawai (Kabupaten Kepulauan Mentawai). Ada pula Payakumbuah Botuang Festival (Kota Payakumbuh), Rang Solok Baralek Gadang (Kota Solok), serta Sawahlunto International Songket Silungkang Carnival (SISSCa) (Kota Sawahlunto).
Daftar event unggulan lainnya adalah Festival 5 Danau (Kabupaten Solok) dan Sawahlunto International Music Festival (SIMFes) (Kota Sawahlunto). Penundaan Festival Minangkabau ini akan diikuti dengan pembaruan jadwal setelah kondisi di lapangan memungkinkan. Kemenpar akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan kelancaran penyelenggaraan event-event pariwisata di Sumatera Barat di masa mendatang.
Sumber: AntaraNews