Cerita Pedih Pemudik 'Ngeprank' Polisi dan Ngaku Dibegal, Ternyata Tak Punya Uang saat Mudik
Padahal alasan sebenarnya, pemuda umur 24 tahun itu malu tak bawa uang saat hendak pulang dari hasil kerjanya merantau.
Dwi Nur Iman, warga Dusun Kandangan Desa Carangrejo, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang, Jawa timur benar-benar nekat. Demi mendapatkan simpati dari keluarganya, dia nekat ngeprank (baca: membohongi) polisi dengan mengarang cerita palsu jika dia baru saja menjadi korban begal.
Padahal alasan sebenarnya, pemuda umur 24 tahun itu malu tak bawa uang saat hendak pulang dari hasil kerjanya merantau. Pengakuan Dwi ini awalnya ditindaklanjuti secara serius oleh polisi setempat.
Proses reka ulang di tempat kejadian perkara pun justru mengungkap cerita ganjil Dwi, yang mengaku baru saja menjadi korban begal di Jalan Bypass Ring Road Mojoagung.
Kapolsek Mojoagung Kompol Yogas menegaskan, proses penyelidikan sempat dilakukan oleh pihaknya dibantu oleh Polres Jombang. Dari serangkaian penyelidikan ini, pihaknya menemukan sejumlah kejanggalan dari cerita korban.
"Setelah dilakukan proses penyelidikan dengan Polres Jombang, bahwa yang bersangkutan membuat laporan berita bohong," ujarnya.
Dia menambahkan, pelaku beralasan melakukan hal tersebut lantaran saat pulang mudik tidak membawa uang. Sehingga, karena dia takut sama orangtuanya ia membuat laporan berita bohong ke polisi.
Keganjilan dari cerita Dwi itu diakuinya juga terungkap dari luka yang dideritanya. Pertama, soal luka yang diakui akibat tersayat benda tajam, terungkap bahwa luka itu merupakan hasil dari goresan kawat yang dilakukan pelaku sendiri.
Kecurigaan Polisi
Selain itu, ada enam sobekan pada baju korban juga terkesan ganjil lantaran tidak ada luka pada tubuh pelaku.
"Dikaosnya ada sobekan di enam titik namun tidak ada luka atau bekoas darah pada tubuhnya. Dan luka pada kakinya, dilukai pakai kawat yang mengesankan ia seolah-olah (terkena) dibacok, padahal tidak,"tegasnya.
Sementara itu, Dwi Nur Iman dalam pengakuannya saat berada di Mapolsek Mojoagung mengakui jika cerita pembegalan yang menimpa dirinya adalah tidak benar. Dia menyebut cerita bohong itu dilakukannya demi menutupi kesalahannya pada keluarga. Oleh karena itu, dia pun meminta maaf pada semua pihak atas berita bohong yang telah dilakukannya.
"Saya ingin mengklarifikasi bahwa laporan saya pada pihak Kepolisian telah mengalami pembegalan adalah tidak benar. Dan saya tidak mengalami kerugian apa pun, dan itu semua saya lakukan hanya untuk menutupi kesalahan saya pada keluarga saja," ungkapnya.
Diketahui, pada Sabtu (29/3) malam, Dwi mengaku pada polisi telah mengalami pembegalan oleh sejumlah orang di jalan Bypass Mojoagung, Jombang, Jawa Timur. Dalam karangan ceritanya, Dwi mengaku telah kehilangan uang sebesar Rp8 juta dan dua HP yang dibawanya di dalam tas.