Takut Istri Gara-Gara Uang Rp 6 Juta Habis Buat Judi Online, Suami di Cimahi Bikin Skenario Jadi Korban Begal
Warga bernama Dinar itu mengarang cerita pembegalan setelah uang Rp6 juta milik istrinya habis dipakai bermain judi online.
Ada-ada saja kelakuan seorang warga di Cimahi, Jawa Barat. Warga bernama Dinar itu mengarang cerita pembegalan setelah uang Rp6 juta milik istrinya habis dipakai bermain judi online.
Kasus rekayasa pembegalan ini terungkap setelah kepolisian melakukan penyelidikan mendalam terhadap laporan dibuat Dinar. Setelah kepolisian melakukan penyelidikan, tidak ditemukan bukti atau saksi yang mendukung adanya kejadian tersebut.
"Yang bersangkutan akhirnya mengakui bahwa laporan itu merupakan rekayasa," kata Kapolres Cimahi AKBP Niko Nurallah Adi Putra di Cimahi, Rabu (23/4), demikian dikutip Antara.
Motif Rekayasa Pembegalan
Menurut Niko, motif rekayasa tersebut didorong oleh rasa takut Dinar kepada istrinya karena uang yang dipercayakan padanya telah habis digunakan untuk berjudi secara daring.
Dia menjelaskan pria tersebut mengaku menjadi korban pembegalan di wilayah Cangkorah, perbatasan Kabupaten Bandung Barat dan Kota Cimahi pada Rabu (16/4) malam.
“Uang tersebut seharusnya dikembalikan ke istrinya. Namun, karena sudah habis untuk judi online, dia bingung dan membuat skenario seolah menjadi korban pembegalan,” ujar dia.
Viral di Media Sosial
Kasus ini sempat viral di media sosial sebelum akhirnya diklarifikasi kepolisian. Dinar kemudian diminta untuk membuat video permintaan maaf dan klarifikasi atas kebohongan yang sempat menimbulkan keresahan di masyarakat.
Dalam video yang dirilis oleh Polres Cimahi, Dinar mengakui kebohongannya dan menyampaikan permintaan maaf kepada publik serta pihak kepolisian.
“Saya memohon maaf sebesar-besarnya kepada masyarakat dan pihak kepolisian atas kegaduhan yang saya buat,” kata Dinar dalam video tersebut.
Kepolisian mengimbau masyarakat untuk tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi di media sosial serta menghindari tindakan yang dapat merugikan diri sendiri dan orang lain.