Arus Balik Lebaran Cianjur H+5: Kepadatan Pemudik Tetap Tinggi, Polisi Sigap Rekayasa Lalu Lintas

Pada H+5 Lebaran, jalur utama Cianjur masih dipadati pemudik tujuan balik, terutama sepeda motor. Kepolisian Resor Cianjur siagakan personel dan terapkan rekayasa lalu lintas demi kelancaran arus.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Arus Balik Lebaran Cianjur H+5: Kepadatan Pemudik Tetap Tinggi, Polisi Sigap Rekayasa Lalu Lintas
Pada H+5 Lebaran, jalur utama Cianjur masih dipadati pemudik tujuan balik, terutama sepeda motor. Kepolisian Resor Cianjur siagakan personel dan terapkan rekayasa lalu lintas demi kelancaran arus. (AntaraNews)

Pada H+5 Lebaran, volume kendaraan pemudik tujuan balik yang melintas di jalur utama Cianjur, Jawa Barat, menuju sejumlah wilayah di Jabodetabek dan Banten masih terpantau tinggi. Kepadatan ini didominasi oleh pemudik dengan sepeda motor yang terlihat pada pagi dan petang hari. Situasi ini menunjukkan bahwa mobilitas masyarakat pasca-Lebaran masih sangat aktif di wilayah tersebut.

Pantauan di lapangan pada 27 Maret menunjukkan bahwa volume kendaraan yang melintas mencapai 500 unit per menit. Arus kendaraan ini bergerak mulai dari perbatasan Bandung Barat-Cianjur, tepatnya di kawasan Haurwangi, mengarah ke jalur Puncak. Kepadatan ini terus meningkat hingga petang hari, mencerminkan puncak aktivitas arus balik.

Meskipun volume kendaraan tinggi, tidak terjadi antrean panjang di beberapa titik rawan kemacetan seperti Pasar Ciranjang, Tugu Lampu Gentur, Pasar Cipanas, dan Puncak. Kendaraan dapat melintas dengan normal dan lancar, meskipun dengan kecepatan sedang. Hal ini berkat kesiapsiagaan petugas di lapangan.

Volume Kendaraan Pemudik Tetap Padat di Cianjur

Volume kendaraan pemudik tujuan balik pada H+5 Lebaran di jalur utama Cianjur masih menunjukkan angka yang tinggi. Sebanyak 500 unit kendaraan per menit terpantau melintas dari perbatasan Bandung Barat-Cianjur, khususnya di kawasan Haurwangi, menuju jalur Puncak. Kepadatan ini secara signifikan meningkat pada pagi dan petang hari.

Meski demikian, kondisi lalu lintas di titik-titik yang sebelumnya diidentifikasi rawan kemacetan seperti Pasar Ciranjang, Tugu Lampu Gentur, Pasar Cipanas, dan Puncak tetap terkendali. Kendaraan dapat bergerak dengan lancar pada kecepatan sedang, tanpa mengalami antrean panjang yang berarti. Hal ini menunjukkan efektivitas pengaturan lalu lintas yang diterapkan.

Saat petang, volume kendaraan di jalur Puncak-Cipanas semakin bertambah. Pemudik yang kembali berbaur dengan kendaraan wisatawan yang hendak pulang ke kota asal masing-masing. Situasi ini memerlukan perhatian khusus dari petugas untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas.

Strategi Kepolisian Atasi Kepadatan Arus Balik

Puluhan personel dari Kepolisian Resor Cianjur disiagakan di sejumlah pos pengamanan untuk mengatur arus lalu lintas. Kesiapsiagaan ini bertujuan agar lalu lintas tetap normal dan lancar, mengingat tingginya volume kendaraan pemudik tujuan balik yang melintas. Berbagai upaya rekayasa arus diterapkan untuk mengantisipasi potensi kemacetan.

Selama dua hari terakhir, Kepolisian Resor Cianjur telah memberlakukan sistem satu arah lebih cepat menuju Bogor dari Puncak Pass. Kebijakan ini diambil untuk mencegah terjadinya antrean panjang kendaraan, terutama menjelang petang saat volume kendaraan semakin bertambah. Rekayasa ini terbukti efektif dalam mengurai kepadatan.

Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasatlantas) Polres Cianjur, AKP Aang Andi Suhandi, menjelaskan bahwa volume kendaraan terus meningkat saat petang. “Memasuki H+5 lebaran, volume kendaraan masih ramai melintas di jalur utama Cianjur, sehingga sejumlah rekayasa diberlakukan termasuk sistem satu arah pada petang dari Puncak-Cianjur menuju Bogor agar tidak terjadi antrean kendaraan dengan laju terhenti,” katanya.

Cianjur Jadi Jalur Favorit Pemudik Sepeda Motor

Jalur utama Puncak-Cianjur telah menjadi pilihan favorit bagi sejumlah pemudik tujuan balik, terutama mereka yang menggunakan sepeda motor. Pemilihan jalur ini didasari oleh fasilitas penunjang jalan yang memadai serta keberadaan destinasi wisata di sepanjang rute. Faktor-faktor ini menjadikan perjalanan lebih nyaman dan menarik bagi pemudik.

Akhmad Gojali (42), seorang pemudik tujuan balik dari Brebes, Jawa Tengah, menuju Bekasi, mengungkapkan alasannya. Ia mengaku tidak menyurutkan niatnya untuk melintas jalur ini setiap tahun, meskipun kerap terjebak antrean panjang di jalur Puncak-Cianjur. Baginya, kenyamanan dan fasilitas yang tersedia lebih diutamakan.

Gojali menambahkan, “Setiap tahun kalau mudik dan balik lewat Cianjur, karena selain ramai banyak tempat istirahat sebelum melanjutkan perjalanan, ketika balik bisa mampir dulu ke Cibodas atau tempat wisata lain yang banyak terdapat di sepanjang jalan.” Pengalaman ini menunjukkan bahwa jalur Cianjur menawarkan lebih dari sekadar rute perjalanan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi