Cerita Kakek Engkin Gagalkan Aksi Penipuan Emas Hingga Wajahnya Tertembak Airsoftgun
Seorang pedagang emas di Bandung mendapat penghargaan usai menggagalkan penipuan emas palsu yang disertai penembakan airsoftgun.
Engkin Yoso Utomo (69), pedagang emas di kawasan Jalan Sukajadi, Kota Bandung, menerima penghargaan dari Polrestabes Bandung dan Pemerintah Kota Bandung atas keberaniannya menggagalkan aksi penipuan emas imitasi yang disertai kekerasan.
Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (24/12) sekitar pukul 13.30 WIB. Saat itu, seorang perempuan mendatangi lapak Engkin bersama seorang pria berinisial HJ yang mengenakan jaket mirip pengemudi ojek online dan menunggu di atas sepeda motor dengan mesin menyala.
Perempuan itu menawarkan sebuah liontin yang diklaim sebagai emas. Engkin kemudian melakukan pengecekan awal terhadap barang tersebut.
“Sama saya liontinnya di tes ke aslian emasnya, sekali dua kali masih ada kadarnya,” ujarnya kepada wartawan, Minggu (28/12).
Harga liontin disepakati Rp9.750.000, dengan uang muka Rp5.000.000 yang lebih dulu diserahkan. Namun, saat Engkin kembali memeriksa keaslian liontin tersebut, ia menemukan adanya kandungan palsu.
“Setelah saya tes lagi keliatan kuningannya, ternyata bukan emas,” katanya.
Menyadari hal tersebut, Engkin meminta uangnya dikembalikan. Perempuan itu kemudian melarikan diri ke arah pria yang menunggunya, dan keduanya kabur menggunakan sepeda motor ke arah Setiabudi dan PVJ. Engkin bersama rekannya berupaya mengejar pelaku.
“Saya kejar sama temen, tolong kejar penipuan kata saya,” ucapnya.
Di kawasan Jalan Sukaresik, perempuan tersebut sempat mengembalikan uang Rp5 juta. Namun, keduanya tetap berusaha melarikan diri.
Pelaku Tembakkan Airsoftgun, Korban Alami Luka Wajah
Situasi semakin tegang ketika HJ mengeluarkan airsoftgun dan melepaskan tembakan ke arah warga yang berusaha menghalangi pelarian mereka.
“Dia mengeluarkan airsoftgunnya, itu sempat ditembakan ke warga yang ngehalanginnya mau kabur,” ujar Engkin.
Engkin mencoba menggoyangkan sepeda motor pelaku agar tembakan tidak mengenai warga. Namun, senjata tersebut justru diarahkan ke dirinya dan ditembakkan ke bagian wajah. Akibatnya, peluru airsoftgun menembus pipi korban dan menyebabkan dua giginya tanggal.
Meski dalam kondisi terluka, Engkin tetap berusaha merebut senjata hingga akhirnya airsoftgun terlepas dari tangan pelaku. Dengan bantuan warga sekitar, HJ berhasil dilumpuhkan dan diserahkan kepada polisi.
Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Budi Sartono menyatakan keberanian warga dalam membantu aparat sangat penting dalam menjaga keamanan lingkungan.
“Keberanian dan kepedulian warga sangat dibutuhkan dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat. Apa yang dilakukan Saudara Engkin menjadi contoh bahwa peran aktif masyarakat dapat membantu upaya penegakan hukum,” kata Budi.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan juga menyampaikan apresiasi dan berharap penghargaan ini dapat memotivasi masyarakat untuk berani bersikap terhadap tindak kriminal dengan tetap mengutamakan keselamatan dan koordinasi dengan aparat.
Penghargaan tersebut menjadi bentuk kolaborasi Polri dan Pemerintah Kota Bandung dalam mendorong partisipasi publik menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Bandung.