Cegah Keracunan, BGN Wajibkan Dapur SPPG Masak MBG Pakai Air Galon
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S. Dayang, menginstruksikan agar semua dapur satuan penyedia pangan bergizi (SPPG) menggunakan air galon.
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S. Dayang, mengumumkan bahwa seluruh dapur satuan penyedia pangan bergizi (SPPG) diwajibkan untuk menggunakan air galon. Langkah ini diambil untuk mencegah kemungkinan terjadinya keracunan pada penerima makanan.
"Kami wajibkan sekarang harus memakai air galon pak, sementara sebelum mereka mempunyai air yang dipastikan mempunyai kualitas," ujar Nanik dalam acara bertema "Upaya Meningkatkan Kualitas Gizi Bangsa melalui MBG" di Antara Heritage Center, Jakarta, pada Kamis (23/10/2025).
Nanik juga menekankan pentingnya kualitas air dengan merujuk pada hasil laboratorium yang menunjukkan bahwa 72 persen kasus keracunan makanan disebabkan oleh kualitas air yang buruk. Oleh karena itu, semua dapur MBG diwajibkan menggunakan air galon yang telah melalui proses filtrasi UV, demi menjamin keamanan serta kebersihan makanan yang disajikan kepada anak-anak.
"Ternyata kalau dari hasil lab, itu dari 72 persen menurut Depkes itu dari air. Kenapa Bandung Barat mungkin ya, itu karena di sana itu kan pembuangan sampah dari Bandung dan mengumpul di Bandung Barat. Jadi memang lingkungan yang sanitasinya air dan sebagainya itu, makanya kemudian kami wajibkan sekarang harus memakai air galon," tambahnya.
Capaian dari Program MBG
Di sisi lain, Nanik mengungkapkan bahwa program MBG telah menjangkau sekitar 36 juta penerima manfaat, yang setara dengan hampir 40% dari target nasional yang ditetapkan sebanyak 83 juta anak. BGN berencana untuk meningkatkan angka tersebut menjadi 60% pada akhir Desember 2025.
Nanik menilai pencapaian ini merupakan hasil dari kerja keras semua pihak yang terlibat dalam pelaksanaan program, meskipun ia mengakui bahwa masih terdapat banyak tantangan di lapangan.
"Memang kami belum sempurna sehingga tidak bisa dinafikan, belakangan memang banyak cerita berita-berita yang kurang mengenakkan atau tidak kita inginkan terhadap anak-anak. Saya tidak bicara jumlah, karena sesuatu yang terjadi pada kesehatan tidak bisa distatistikan. Namun apapun, kami akan berusaha keras agar tidak terjadi lagi hal-hal yang tidak kita inginkan. Yang jelas bahwa program ini akan memberikan kepada para penerima manfaat," kata Nanik.
Ia menekankan kembali bahwa program MBG merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk menciptakan generasi emas Indonesia, dengan anak-anak yang tumbuh sehat dan cerdas.