Bupati Bandung Pimpin Langsung Pencarian Korban Longsor Arjasari, Tiga Warga Masih Hilang
Bupati Bandung Dadang Supriatna memimpin langsung pencarian tiga warga yang tertimbun longsor Arjasari. Kondisi tanah labil dan minim penerangan menghambat upaya evakuasi, memicu penetapan status tanggap darurat.
Bupati Bandung Dadang Supriatna secara langsung memimpin upaya evakuasi dan pencarian korban longsor yang terjadi di Kampung Condong, Desa Wargaluyu, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung. Insiden tragis ini dilaporkan terjadi pada Jumat (5/12) sore, menimbun tiga warga setempat. Tim gabungan kini berpacu dengan waktu untuk menemukan para korban di tengah kondisi medan yang menantang.
Laporan mengenai musibah longsor Arjasari diterima sekitar pukul 17.00 WIB. "Kami mendapat laporan sekitar pukul 17.00 WIB. Tim BPBD langsung merespons dari Posko Baleendah, namun evakuasi tidak dapat dilakukan karena minim penerangan dan kondisi tanah labil,” kata Dadang di Bandung, Jabar, Sabtu. Hal ini membuat operasi penyelamatan harus dilakukan dengan ekstra hati-hati demi keselamatan tim di lapangan.
Tiga warga yang masih dalam pencarian intensif adalah Aisyah (60), Citra (20), dan Alfa (10). Dua di antaranya diperkirakan tertimbun di area rumah mereka, sementara satu korban lainnya diduga berada di sekitar bantaran sungai yang terdampak longsor. Fokus utama saat ini adalah menemukan ketiga korban secepat mungkin.
Kendala dan Strategi Pencarian Korban Longsor Arjasari
Proses pencarian korban longsor Arjasari menghadapi sejumlah kendala signifikan di lapangan. Bupati Dadang menjelaskan bahwa terdapat dua titik pencarian utama, dan kondisi tanah yang labil menjadi tantangan terbesar bagi tim SAR gabungan. Penanganan harus dilakukan secara manual dan sangat hati-hati untuk menghindari risiko longsor susulan.
Tim SAR Gabungan telah mengerahkan sekitar 100 personel dari berbagai instansi, didukung oleh relawan yang sigap membantu. Meskipun alat berat telah disiagakan di lokasi, penggunaannya belum dapat dilakukan. "Alat berat sudah siap, tetapi penggunaannya berisiko memicu longsoran tambahan. Untuk sementara pencarian dilakukan manual,” kata Dadang. Risiko memicu longsoran tambahan menjadi pertimbangan utama, sehingga pencarian masih mengandalkan metode manual yang lebih aman.
Dadang Supriatna juga mengimbau seluruh warga yang tinggal di zona rawan bencana untuk segera mengungsi ke tempat yang lebih aman. Mereka bisa mencari perlindungan di posko pengungsian atau rumah kerabat terdekat. Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama di tengah situasi darurat ini.
"Demi keselamatan bersama, kami mengimbau masyarakat tidak memasuki areal longsor maupun zona pencarian. Hanya petugas yang boleh masuk,” ujar Bupati. Hal ini penting untuk mencegah insiden yang tidak diinginkan dan memastikan fokus tim penyelamat tidak terganggu.
Status Tanggap Darurat dan Imbauan Lingkungan
Merespons situasi darurat ini, Pemerintah Kabupaten Bandung telah menetapkan status Tanggap Darurat Bencana. Status ini berlaku mulai tanggal 5 hingga 14 Desember 2025, mengingat setidaknya 15 kecamatan di wilayah tersebut terdampak cuaca ekstrem. Penetapan status ini memungkinkan pengerahan sumber daya yang lebih cepat dan terkoordinasi untuk penanganan bencana.
Bupati Dadang Supriatna juga menyampaikan pesan tegas terkait perusakan hutan yang dapat memperparah risiko bencana. "Kepada pihak yang masih merusak hutan, saya tegaskan untuk menghentikan kegiatan tersebut. Risiko bencana semakin besar,” katanya. Kerusakan lingkungan secara langsung berkontribusi pada peningkatan kerentanan wilayah terhadap longsor dan banjir.
Pemerintah daerah terus berupaya memberikan informasi terkini dan bantuan kepada masyarakat terdampak. Koordinasi antar instansi terus diperkuat untuk memastikan penanganan longsor Arjasari berjalan efektif. Edukasi mengenai mitigasi bencana juga terus digalakkan agar masyarakat lebih siap menghadapi potensi bahaya di masa mendatang.
Kondisi cuaca ekstrem yang melanda wilayah Bandung menjadi faktor pemicu utama serangkaian bencana alam. Oleh karena itu, kesadaran kolektif untuk menjaga lingkungan dan mematuhi imbauan pemerintah menjadi krusial. Upaya bersama diperlukan untuk meminimalkan dampak buruk dari bencana longsor dan cuaca ekstrem lainnya.
Detail mengenai korban yang masih dalam pencarian:
- Aisyah (60): Diperkirakan tertimbun di area rumah.
- Citra (20): Diperkirakan tertimbun di area rumah.
- Alfa (10): Diduga berada di sekitar bantaran sungai.
Sumber: AntaraNews