BPBD Bantul Prioritaskan Penebangan 200 Pohon Rawan Tumbang di Ring Road
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul mengidentifikasi 200 Pohon Rawan Tumbang Bantul di sepanjang jalan lingkar yang mendesak ditebang demi keselamatan pengguna jalan. Apa saja jenis pohonnya dan mengapa menjadi prioritas utama?
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menyatakan sedikitnya 200 pohon perindang di sepanjang jalan lingkar atau ring road yang masuk wilayah Bantul rawan tumbang. Kondisi ini menjadikan pohon-pohon tersebut sebagai prioritas utama untuk segera ditebang demi keselamatan publik.
Kepala Pelaksana BPBD Bantul, Mujahid Amrudin, mengungkapkan bahwa identifikasi ini merupakan hasil diskusi bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bantul dan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN). Wilayah yang menjadi fokus adalah ring road dari Janti hingga Gamping.
Dari total 600 pohon yang teridentifikasi berpotensi tumbang, 200 di antaranya sangat mendesak untuk dipotong. Hal ini disebabkan oleh kondisi akar yang sudah rapuh serta sifat batang yang getas, sehingga sangat rentan ambruk saat diterpa angin kencang.
Identifikasi dan Prioritas Penebangan Pohon Rawan Tumbang Bantul
Mujahid Amrudin menjelaskan bahwa dari 600 pohon perindang di tepi jalan nasional tersebut, 200 pohon menjadi prioritas utama untuk ditebang. Sebagian besar dari pohon-pohon ini adalah jenis Munggur, yang dikenal memiliki akar tunjang dan dahan yang getas, sehingga mudah tumbang saat angin kencang melanda.
Faktor-faktor yang menyebabkan kerapuhan pohon ini meliputi usia pohon yang sudah tua, jenis akar yang getas, pelapukan batang, serta kerimbunan dahan. Indikator-indikator ini digunakan oleh Balai Jalan dalam mengidentifikasi pohon-pohon yang berisiko tinggi.
Koordinasi intensif telah dilakukan antara BPBD Bantul, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bantul, dan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN), yang merupakan Unit Pelaksana Teknis (UPT) di bawah koordinasi Kementerian Pekerjaan Umum. Diskusi ini bertujuan untuk menyusun langkah mitigasi yang efektif.
Langkah Mitigasi dan Eksekusi Penebangan
Berdasarkan hasil koordinasi, BPBD Bantul menyarankan agar penebangan pohon dilakukan hingga ke akar untuk mencegah risiko tumbang di kemudian hari. Kejadian pohon tumbang akibat angin kencang sering terjadi pada musim hujan awal 2026 ini, sehingga tindakan pencegahan menjadi sangat krusial.
Penebangan pohon di sepanjang jalan nasional ini akan dilakukan secara bertahap. Dalam waktu dekat, Balai Jalan menginformasikan bahwa 15 pohon akan dieksekusi sebagai langkah awal.
Selain itu, BPBD Bantul dan Pemerintah Daerah DIY juga berdiskusi terkait mitigasi pohon di jalan provinsi. Upaya pemotongan atau pemangkasan (rabas-rabas) akan dilakukan terhadap pohon-pohon yang teridentifikasi membahayakan. Sebagai contoh, BPBD Bantul bersama DLH Bantul telah mengeksekusi dua pohon lapuk di Jalan Bantul Niten untuk menghindari risiko bagi pengguna jalan.
Sumber: AntaraNews