Bobby Bicara Migas, Kemendagri Sebut 4 Pulau Sengketa Aceh dengan Sumut Berstatus Kosong
Bobby bersepakat dengan Gubernur Aceh untuk mengelola potensi sumber daya bersama. Sementara Kemendagri Syafrizal meyakini empat pulau berstatus kosong.
Empat pulau menjadi sengketa antara Aceh dengan Sumatera Utara. Gubernur Sumut Bobby Nasution mengaku telah bersepakat dengan Gubernur Aceh Muzakir Manaf untuk mengelola potensi sumber daya bersama. Sementara Ditjen Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri Syafrizal meyakini empat pulau berstatus kosong.
"Kebetulan empat pulau ini pulau kosong statusnya. Walaupun ada yang memanfaatkan untuk tempat singgah nelayan atau tempat singgah para petani yang nomaden. Dan, kami tidak tahu bahwa ada potensi migas segala macam," kata Syafrizal dalam konferensi pers, Rabu (11/6)
Pernyataan Syafrizal ini didasarkan pada alasan karena tim yang dibentuk kemendagri untuk menangani persoalan ini, tidak sampai menyentuh hal-hal tersebut.
"Tidak merupakan konsens dari Tim Pembakuan Rupa Bumi, karena betul-betul berdasarkan standar yang dibangun oleh tim Pembakuan Rupa Bumi," lanjutnya.
Sebelumnya diberitakan, status empat pulau yang selama ini dianggap bagian dari Provinsi Aceh kini berpindah ke wilayah administratif Sumatera Utara. Keempat pulau tersebut adalah Pulau Lipan, Pulau Panjang, Pulau Mangkir Ketek, dan Pulau Mangkir Gadang, yang terletak di antara Kabupaten Tapanuli Tengah dan berbatasan dengan Kabupaten Aceh Singkil.
Bobby menyatakan proses perubahan ini dilakukan sesuai mekanisme. Ia juga memastikan telah menjalin kesepakatan dengan Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, untuk mengelola potensi sumber daya bersama.
"Namun di luar itu, tadi kami (bersama Gubernur Aceh) bersepakat untuk kita kelola sama-sama. Kalaupun ada potensi sumber daya alam, ya itu bisa kita kelola sama-sama. Termasuk ada Migas (minyak dan gas bumi), juga bisa kita saling berbagi," kata Bobby.
Diketahui, keempat pulau tersebut diduga menyimpan cadangan migas. Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah tengah menyiapkan kajian potensi, walau hingga kini pulau-pulau itu hanya dijadikan tempat singgah para nelayan dan belum memiliki permukiman tetap.