Blak-blakan Eks Ketua DPRD Jatim Kusnadi soal Kabar 5 Hari Hilang di Madura: Cari Pengobatan, Bukan Diculik
Kusnadi mencari pengobatan alternatif terkait penyakit kanker getah bening stadium 3 yang telah ia derita selama hampir dua tahun.
Eks Ketua DPRD Jawa Timur, Kusnadi, akhirnya angkat bicara setelah keberadaannya sempat menjadi buruan berita.
Dalam pernyataannya, ia menjelaskan bahwa kepergiannya ke Pamekasan, Madura bukan karena masalah politik atau tindakan melarikan diri, melainkan untuk mencari pengobatan alternatif terkait penyakit kanker getah bening stadium 3 yang telah ia derita selama hampir dua tahun.
"Terus terang ini memang latar belakang yang utama, saya mau cari obat. Mbuh tambahan suwuk, tambahan doa, ya Alhamdulillah tadi dibawain air, minyak, bahkan salep," ungkapnya di Mapolsek Balongbendo, Sidoarjo, Senin (9/6).
Keputusan untuk pergi ke Madura dipicu oleh kondisi kesehatannya yang semakin memburuk. Kusnadi mengungkapkan bahwa menjelang kemoterapi, tubuhnya mengalami gatal yang luar biasa, dan libur panjang membuatnya kesulitan menahan rasa tidak nyaman itu.
Selain alasan kesehatan, dia juga merasa enggan melewati Lebaran sendirian di peternakan tempat tinggalnya.
Keinginannya untuk menghindari kesepian semakin diperkuat ketika seorang teman dari Pamekasan, Madura, datang ke Surabaya untuk melakukan survei pembukaan Warung Madura.
Temannya yang sering menginap di tempatnya akhirnya mengajak Kusnadi ikut ke Madura dan tinggal di pesantren.
"Saya mikir, mosok Lebaran saya tinggal sendirian di sini? Lalu ngapain?" kata Kusnadi.
Lupa Hubungi Keluarga karena HP Tertinggal
Namun, kepergiannya menimbulkan polemik karena ia tidak sempat menghubungi keluarga. Hal ini terjadi karena saat tiba di Madura, ia lupa mengambil handphone yang tertinggal di dalam mobil, yang kemudian pergi meninggalkannya.
"Saya lihat handphone mati karena kehabisan baterai. Saya pinjam charger teman, tapi karena handphone saya Nokia, tidak sama. Barulah tadi malam ada teman datang bawakan charger, saya cas sekitar jam 23.00," jelasnya.
Ketika akhirnya ia menyalakan kembali ponselnya, Kusnadi terkejut melihat berbagai berita yang beredar tentang dirinya. Menyadari bahwa keluarga dan publik mulai mempertanyakan keberadaannya, ia langsung menghubungi anaknya dan pulang ke Surabaya.
"Ya saya salah, anak saya pada khawatir semua, makanya begitu dapat kabar dari saya langsung mereka jemput ke Madura," terangnya.
Meski sempat menghilang beberapa hari, Kusnadi menegaskan bahwa dirinya tidak diculik, tidak melarikan diri, dan tidak menghilang, melainkan hanya mencari ketenangan dan pengobatan.
"Saya tidak dianiaya, malah di sana itu dikasih makan sate dan gulai pas Lebaran Haji," ucapnya sambil berterima kasih kepada media atas perhatian yang diberikan.
Kini, Kusnadi kembali berada di Surabaya dan berharap kehebohan mengenai dirinya segera mereda. Ia juga berjanji lebih berhati-hati dalam memberikan kabar kepada keluarga agar kejadian serupa tidak terulang.
Sebelumnya, anak Kusnadi, Teddy Kusdita Kunong sempat melaporkan ayahnya menghilang usai tidur disebuah peternakan milik keluarganya di Sidoarjo, Jawa timur. Kusnadi dilaporkan menghilang sejak Rabu (4/6) lalu dan baru dapat dijemput keluarganya pada Senin (9/6) dini hari di Pamekasan, Madura, Jawa timur.
Hilangnya Kusnadi ini sempat memuculkan spekulasi bahwa ia diculik oleh beberapa orang yang memiliki dialek Madura.