Bentrok Saat Penertiban PKL, Mako Satpol PP Padang Diserang
Salah satu pedagang di kawasan tersebut, Riki mengatakan, kejadian berawal ketika pedagang hendak menutup toko.
Upaya penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Permindo, Pasar Raya Padang, Sumatera Barat, berakhir ricuh pada Minggu (2/2) malam. Bentrokan antara petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Padang dan pedagang terjadi sekitar pukul 22.00 WIB
Akibat insiden tersebut, menyebabkan enam orang terluka dan Markas Komando (Mako) Satpol PP Padang ikut menjadi sasaran kemarahan sekelompok orang.
Salah satu pedagang di kawasan tersebut, Riki mengatakan, kejadian berawal ketika pedagang hendak menutup toko.
"Ketika mau menutup toko datang Satpol PP menganggat barang dangangan. Pedagang tidak terima, dan sempat terjadi adu jotos antara petugas dan pedagang," ujarnya, Senin (3/1).
Tiga Pedagang Luka
Ia mengatakan, akibat insiden tersebut tiga orang pedagang mengalami luka lebab dan satu dibawa oleh Satpol PP ke Mako Satpol PP Padang
"Sebelumnya kejadian serupa juga pernah terjadi, barang dangangan saya juga pernah di ambil," tuturnya.
Ia berharap agar Satpol PP lebih humanis dalam bertugas agar tidak terjadi bentrokan.
"Kami di sini sudah berjualan sejak dulu, kalau memang digusur kami meminta agar dipindahkan ke tempat lain," ujarnya.
Usai bentrokan dikawasan Pasar Raya itu, sekolompok orang menyerang Mako Satpol PP Padang pada Minggu, (2/2) malam. Situasi sempat ricuh dan kemudian kembali kondusif usai polisi membubarkan massa.
Larangan PKL Berjualan
Kasatpol PP Padang, Chandra Eka Putra mengatakan berdasarkan aturan Pemko Padang, PKL tidak diperbolehkan lagi berjualan di kawasan tersebut.
"Bentrok dipicu karena teman-teman permindo tidak terima kawasan tersebut ditertibkan. Kita melakukan penertiban sudah sesuai dengan SOP nya," ujarnya.
Ia mengatakan, akibat kejadian tersebut ada beberapa anggota Satpol PP yang terluka.
"Tiga anggota kami mengalami luka, ada yang terkena lemparan batu," ujarnya.