BBPOM Denpasar Pastikan Keamanan Pangan Pura Besakih Selama IBTK 2026
Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Denpasar memastikan **keamanan pangan Pura Besakih** selama upacara Ida Bhatara Turun Kabeh (IBTK) 2026. Pedagang kuliner diimbau menjaga higiene produk jualannya, menyusul temuan sebelumnya yang tidak memenuh
DENPASAR – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Denpasar secara aktif memastikan keamanan produk kuliner yang dijual di area Pura Agung Besakih. Upaya ini dilakukan selama berlangsungnya upacara suci besar Ida Bhatara Turun Kabeh (IBTK) 2026. BBPOM bertujuan melindungi kesehatan ratusan ribu umat Hindu yang akan hadir dalam perayaan penting ini.
Plt Kepala BBPOM di Denpasar, Made Ery Bahari, menekankan pentingnya menjaga higiene produk yang dijual. Ia mengingatkan para pedagang tentang temuan produk tidak higienis di masa lalu. Edukasi terus diberikan agar pedagang tidak sembarangan memajang barang dagangan tanpa penutup yang memadai.
Pengawasan ketat ini merupakan bagian dari komitmen BBPOM untuk menjamin produk pangan yang beredar aman dikonsumsi masyarakat. Terlebih, IBTK 2026 merupakan momen sakral yang menarik banyak peziarah. Puncak upacara IBTK 2026 sendiri jatuh pada Kamis, 2 April 2026, dan rangkaiannya akan berlangsung hingga 23 April 2026.
Pengawasan dan Hasil Uji Keamanan Pangan di Pura Besakih
Untuk memastikan kelancaran IBTK 2026 dari sisi keamanan produk pangan, BBPOM Denpasar kembali melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) di Pura Agung Besakih. Dalam sidak tersebut, sebanyak 35 sampel makanan diambil dari berbagai pedagang kuliner. Sampel ini kemudian menjalani pengujian cepat atau rapid test di tempat.
Made Ery Bahari menjelaskan bahwa rapid test dilakukan pada makanan siap saji seperti kerupuk, bakso, bumbu srombotan, es gula, tahu, mie, sate ikan laut, dan gulali. Pengujian ini bertujuan untuk mendeteksi keberadaan bahan berbahaya seperti boraks, rhodamin B, metanil yellow, dan formalin. Bahan-bahan ini seringkali disalahgunakan untuk tujuan yang tidak semestinya.
Produk kuliner yang dicurigai paling rawan mengandung bahan berbahaya, seperti pewarna merah mencolok, menjadi target utama pengambilan sampel. Misalnya, kerupuk beras diuji untuk boraks, kerupuk kuning untuk metanil yellow, dan sate ikan untuk formalin. Kecurigaan juga muncul pada bumbu-bumbu yang mengandung terasi tanpa izin edar atau terasi lombok berwarna merah cerah.
Meski demikian, BBPOM memastikan bahwa seluruh produk yang diuji aman dan bebas dari kandungan berbahaya. Hasil uji menunjukkan bahwa semua makanan yang dijual di area kuliner Pura Agung Besakih memenuhi syarat keamanan pangan. Tidak ditemukan boraks, rhodamin B, metanil yellow, maupun formalin, serta tidak ada hal-hal mencurigakan yang ditemukan.
Peningkatan Higiene Pedagang dan Kolaborasi Pengawasan
Selain pengujian produk, BBPOM juga memberikan edukasi dan imbauan langsung kepada para pedagang. Made Ery mengarahkan agar pedagang menjaga higiene, termasuk memastikan makanan tidak sering dihangatkan. Pedagang juga diminta untuk membuat stok makanan secukupnya agar habis dalam sehari dan tidak basi. Hal ini penting untuk mencegah kontaminasi dan menjaga kualitas makanan.
BBPOM juga mencatat peningkatan kesadaran dari pedagang terkait izin edar produk. Tahun ini, BBPOM tidak lagi menemukan makanan tanpa izin edar, seperti produk dalgona yang pernah ditemukan pada tahun sebelumnya. Ini menunjukkan adanya kepatuhan yang lebih baik dari para pelaku usaha kuliner di area tersebut.
Untuk lebih meningkatkan standar higiene, BBPOM bersama Pengelola Kawasan Suci Pura Agung Besakih dan Dinas Kesehatan, tetap meminta pedagang kuliner wajib menggunakan celemek, penutup kepala, dan sarung tangan. Penggunaan alat pelindung diri ini sangat krusial untuk mencegah kontaminasi silang dan memastikan makanan tetap bersih. Upaya kolaboratif ini bertujuan untuk memberikan jaminan keamanan pangan yang optimal bagi seluruh pengunjung Pura Besakih.
IBTK 2026 dan Pentingnya Keamanan Pangan
Upacara Ida Bhatara Turun Kabeh (IBTK) 2026 merupakan salah satu upacara suci terbesar bagi umat Hindu di Bali. Ratusan ribu umat Hindu diperkirakan akan hadir selama upacara berlangsung di pura terbesar di Bali tersebut. Oleh karena itu, kualitas dan keamanan produk pangan yang dijual di area ini menjadi prioritas utama.
Jaminan keamanan pangan yang diberikan BBPOM ini sangat penting untuk mendukung kelancaran dan kekhidmatan ibadah. Dengan makanan yang terjamin keamanannya, umat dapat beribadah dengan tenang tanpa khawatir akan risiko kesehatan. Ini juga mencerminkan sinergi antara lembaga pemerintah dan pengelola kawasan dalam menjaga tradisi dan kesehatan masyarakat.
Sumber: AntaraNews