BBPOM Jakarta Libatkan Pramuka dalam Pengawasan Pangan Ramadhan, Pastikan Takjil Aman Dikonsumsi
Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Jakarta menggandeng Pramuka melalui Satuan Karya (Saka) POM untuk memperketat Pengawasan Pangan Ramadhan, khususnya takjil, demi menjamin keamanan konsumsi masyarakat.
Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Jakarta menggandeng anggota Praja Muda Karana (Pramuka) dalam upaya pengawasan keamanan pangan selama bulan suci Ramadhan. Kolaborasi ini bertujuan memastikan takjil yang beredar di masyarakat aman dari bahan berbahaya dan layak konsumsi.
Keterlibatan Pramuka dilakukan melalui tim khusus bernama Satuan Karya (Saka) POM, bekerja sama dengan Kwartir Daerah (Kwarda) Pramuka DKI Jakarta. Inisiatif ini merupakan bagian dari pemberdayaan masyarakat untuk turut serta dalam menjaga kualitas pangan.
Kepala BBPOM di Jakarta, Sofiyani Chandrawati, menyatakan bahwa Pramuka akan membantu melakukan pengawasan di lapangan. "Jadi dalam rangka pemberdayaan masyarakat, salah satunya adalah menggandeng Pramuka untuk melakukan pengawasan (keamanan pangan) di lapangan," ujar Sofi saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat.
Peran Strategis Saka POM dalam Pengawasan Pangan Ramadhan
Saka POM, sebagai wadah partisipasi Pramuka, memiliki peran strategis dalam mendukung tugas BBPOM dalam pengawasan pangan. Tim ini terbagi dalam tiga krida utama yang saling melengkapi dan berfokus pada berbagai aspek keamanan pangan.
Krida pengujian melatih anggota Pramuka untuk melakukan pengujian sederhana terhadap sampel pangan, memungkinkan deteksi awal potensi bahaya. Kemudian, krida informasi bertugas memberikan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pangan yang sehat dan aman.
Selain itu, terdapat krida pemantauan yang bertanggung jawab melaporkan temuan yang diduga tidak memenuhi ketentuan melalui aplikasi khusus. "Apabila mereka melihat hal-hal yang diduga tidak memenuhi ketentuan itu dilaporkan melalui aplikasi," ungkap Sofi.
Keterlibatan Pramuka ini diharapkan dapat memperluas jangkauan pengawasan BBPOM di sentra-sentra takjil dan pasar tradisional selama Ramadhan.
Edukasi dan Deteksi Dini Keamanan Takjil
Dalam kegiatan pengawasan pangan takjil, anggota Saka POM tidak hanya mengambil sampel untuk diuji, tetapi juga aktif menyampaikan edukasi penting kepada masyarakat. Mereka berupaya meningkatkan kesadaran konsumen akan pentingnya memilih pangan yang aman.
Edukasi tersebut mencakup identifikasi produk pangan yang mengandung bahan berbahaya yang dilarang dalam pangan. Anggota Pramuka juga membagikan leaflet informasi mengenai empat macam bahan berbahaya yang dilarang dalam pangan.
Selain itu, mereka mengajarkan cara cek KLIK (Kemasan, Label, Izin Edar, Kedaluwarsa), penggunaan aplikasi BPOM Mobile, serta cara membaca informasi nilai gizi. Lima kunci keamanan pangan juga menjadi materi penting yang disampaikan untuk panduan konsumen.
Upaya edukasi dan deteksi dini ini krusial untuk meningkatkan kesadaran konsumen agar lebih cermat dalam memilih dan mengonsumsi takjil, sehingga terhindar dari risiko kesehatan.
Temuan Rhodamin B dan Tindakan Tegas BBPOM
Sebelumnya, BBPOM di Jakarta telah mengidentifikasi adanya dua jenis pangan takjil yang mengandung pewarna tekstil berbahaya, Rhodamin B. Temuan ini terjadi di sentra takjil Jalan Panjang, Kebon Jeruk, Jakarta Barat.
Dua item pangan yang terbukti positif mengandung Rhodamin B adalah kue mangkok dan bolu kukus. "Jadi dari 65 sampel total yang diuji itu ada dua yang mengandung rhodamin. Ini kue mangkok dan bolu kukus ya," ujar Kepala Balai Besar POM Jakarta, Sofiyani Chandrawati kepada wartawan di lokasi, Kamis (5/3).
Sofi menegaskan bahwa dagangan pedagang yang bersangkutan langsung dikosongkan setelah hasil uji sampel terbukti mengandung kimia berbahaya. "Jadi ini tadi udah di-'take out' (ambil) dari etalasenya ini untuk dimusnahkan," tuturnya.
Tindakan cepat ini menunjukkan komitmen BBPOM dalam melindungi kesehatan masyarakat dari peredaran pangan berbahaya yang dapat menimbulkan dampak negatif.
Penelusuran Rantai Distribusi untuk Memutus Pasokan
Setelah penarikan produk, BBPOM tidak berhenti pada tingkat pedagang eceran. Pihaknya akan melanjutkan penelusuran rantai distribusi takjil yang mengandung bahan berbahaya tersebut.
Tujuan utama dari penelusuran ini adalah untuk mendeteksi pemasok atau pedagang besar. "Kami tentu menelusuri lebih lanjut di mana penjual, pedagang besarnya. Tujuannya untuk memutus rantai distribusinya," ucap Sofi.
Langkah ini sangat penting untuk mencegah peredaran lebih lanjut produk pangan yang tidak memenuhi standar keamanan. Ini juga menjadi upaya preventif agar kasus serupa tidak terulang di kemudian hari.
BBPOM berupaya memastikan bahwa seluruh jalur pasokan pangan takjil selama Ramadhan bersih dari bahan-bahan berbahaya, demi menjaga kesehatan dan keselamatan konsumen.
Sumber: AntaraNews