BBPOM Mataram Temukan Pangan Mengandung Boraks di Pasar Lombok, Waspada!
BBPOM Mataram mengungkap temuan pangan mengandung boraks di pasar tradisional Lombok selama pengawasan intensif Ramadhan, mengimbau masyarakat waspada terhadap bahaya pangan mengandung boraks.
Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), berhasil menemukan beberapa produk pangan yang positif mengandung boraks. Temuan ini didapat dari hasil pengujian sampel yang dilakukan di sejumlah pasar tradisional di Pulau Lombok. Kegiatan pengawasan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan melindungi masyarakat.
Pengawasan intensif tersebut berlangsung pada tanggal 4 hingga 5 Maret 2026, menjelang bulan Ramadhan. Total 97 sampel pangan telah diuji langsung di lapangan oleh petugas BBPOM Mataram. Fokus utama pengawasan adalah memastikan keamanan pangan yang beredar di masyarakat.
Dari total sampel yang diperiksa, enam di antaranya terbukti mengandung boraks, meliputi empat sampel kerupuk terigu dan dua sampel mi basah. Penemuan ini terjadi di Pasar Kediri, Lombok Barat, serta Pasar Pancor, Lombok Timur. BBPOM Mataram segera menindaklanjuti temuan ini dengan pembinaan.
Temuan Boraks di Pasar Tradisional Lombok
Kepala BBPOM Mataram, Yogi Abaso, menjelaskan bahwa pengujian sampel pangan ini merupakan bagian dari kegiatan pengawasan rutin. Tujuan utamanya adalah mendeteksi peredaran bahan berbahaya dalam produk pangan yang dijual bebas. Masyarakat diimbau untuk selalu waspada terhadap produk yang tidak memenuhi standar keamanan.
Enam sampel yang positif boraks terdiri dari jenis kerupuk terigu dan mi basah, dua komoditas yang umum dikonsumsi masyarakat. Penemuan ini menunjukkan masih adanya praktik penggunaan bahan berbahaya dalam produksi pangan. BBPOM Mataram langsung mengambil tindakan pembinaan terhadap pedagang terkait.
Selain pembinaan, BBPOM Mataram juga berupaya menelusuri sumber produk pangan yang terkontaminasi boraks. Langkah ini penting untuk mencegah peredaran lebih lanjut produk yang tidak memenuhi ketentuan keamanan pangan. Upaya ini diharapkan dapat memutus rantai distribusi pangan berbahaya.
Pengawasan Ketat di Sentra Takjil Ramadhan
Selain pasar tradisional, BBPOM Mataram juga memperluas jangkauan pengawasan ke sentra penjualan takjil Ramadhan. Kolaborasi dilakukan bersama Dinas Kesehatan dan Dinas Perdagangan setempat. Lokasi yang menjadi target pengawasan meliputi Giri Menang Square di Lombok Barat dan sentra takjil Selong di Lombok Timur.
Petugas melakukan pengambilan sampel dan pengujian cepat untuk mendeteksi berbagai bahan berbahaya. Bahan-bahan yang diuji antara lain boraks, formalin, rhodamin B, dan methanil yellow. Pengujian ini memastikan takjil yang dijual aman untuk dikonsumsi masyarakat selama bulan puasa.
Hasil pengawasan di sentra takjil menunjukkan kabar baik, di mana seluruh sampel memenuhi syarat keamanan pangan. Yogi Abaso menyatakan bahwa tidak ada sampel yang terdeteksi mengandung bahan berbahaya. Ini menunjukkan efektivitas pengawasan kolaboratif yang dilakukan oleh instansi terkait.
Imbauan dan Upaya Keamanan Pangan Berkelanjutan
Intensifikasi pengawasan pangan ini merupakan upaya berkelanjutan BBPOM Mataram untuk melindungi masyarakat. Terutama selama bulan Ramadhan, aktivitas perdagangan pangan cenderung meningkat pesat. Tujuan utama adalah memastikan pangan yang beredar aman, bermutu, dan layak dikonsumsi.
Yogi Abaso mengimbau masyarakat agar lebih cermat dan teliti dalam memilih produk pangan yang akan dikonsumsi. Konsumen diharapkan dapat mengenali ciri-ciri pangan yang aman dan menghindari produk mencurigakan. Kewaspadaan konsumen menjadi kunci penting dalam menjaga kesehatan.
Apabila masyarakat menemukan dugaan pangan yang mengandung bahan berbahaya, BBPOM Mataram menyarankan untuk segera melaporkannya. Laporan dapat disampaikan kepada BBPOM Mataram atau instansi terkait lainnya. Partisipasi aktif masyarakat sangat membantu dalam upaya pengawasan keamanan pangan.
Sumber: AntaraNews