Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Mataram secara aktif mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk lebih cermat dan teliti saat membeli produk obat bahan alam.
Imbauan ini disampaikan guna mencegah risiko kesehatan serius yang mungkin timbul akibat pencampuran bahan kimia obat (BKO) oleh pelaku usaha nakal.
Kepala BBPOM Mataram, Yosef Dwi Irwan, menegaskan pentingnya kewaspadaan ini. Banyak produk tidak aman beredar dan menimbulkan efek samping berbahaya bagi konsumen di Nusa Tenggara Barat.
Advertisement
Advertisement
Yosef Dwi Irwan menjelaskan bahwa BBPOM Mataram seringkali mengeluarkan public warning untuk melindungi kesehatan masyarakat dari produk yang tidak aman.
Obat bahan alam yang ditambahkan BKO dalam jangka panjang dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan. "Obat bahan alam yang ditambahkan bahan kimia obat dalam jangka panjang bisa menyebabkan berbagai gangguan kesehatan berupa kerusakan hati dan ginjal, hingga berujung kematian," ujarnya saat ditemui di Mataram.
Persepsi masyarakat yang menginginkan kesembuhan instan menjadi celah bagi pelaku usaha nakal. Mereka menambahkan bahan-bahan kimia obat seperti Dexamethasone, Paracetamol, hingga Sildenafil citrate ke dalam obat bahan alam.
Advertisement
Bahan kimia obat inilah yang memberikan efek seolah-olah kesehatan pengguna membaik, meskipun hanya mengonsumsi 1 atau 2 hari. Yosef memberikan contoh kasus, "Kami sempat ada sampling madu. Kita uji laboratorium ternyata positif Sildenafil untuk stamina pria, ternyata ditambahkan Sildenafil citrate."
Advertisement
Untuk memastikan produk obat bahan alam aman dikonsumsi, Yosef menyampaikan bahwa produk tersebut harus memiliki izin edar dari BPOM.
Masyarakat dapat memeriksa keaslian izin edar dengan mudah melalui aplikasi BPOM Mobile. Caranya adalah dengan memindai QR izin edar yang tertera pada kemasan produk.
Selain itu, masyarakat juga bisa menghubungi langsung nomor kontak pengaduan BPOM di wilayah temuan jika menemukan produk yang mencurigakan. Praktik penambahan BKO ini dapat memberikan citra buruk bagi obat bahan alam asli dan merugikan kepercayaan masyarakat.
Advertisement
Wakil Gubernur NTB, Indah Dhamayanti Putri, turut mengingatkan masyarakat agar tidak tergiur hasil instan dari produk obat bahan alam yang dicampur bahan kimia berbahaya. "Jika dikonsumsi jangka panjang, produk seperti itu bisa merugikan kesehatan dan tumbuh kembang anak," kata Indah.
Advertisement
BBPOM Mataram terus melakukan pengawasan ketat terhadap peredaran produk obat bahan alam di pasaran.
Pada tahun 2023, BBPOM Mataram berhasil melakukan penindakan terhadap 4.400 produk ilegal dengan nilai mencapai Rp43 juta.
Kegiatan pengawasan pada tahun 2024 juga menunjukkan hasil signifikan, dengan penemuan 3.166 produk senilai Rp418 juta.
Advertisement
Beberapa produk obat bahan alam yang paling sering ditemukan mengandung bahan kimia obat pada tahun lalu meliputi:
- Montali/Montalinu
- Samuraten
- Wantong
- Kapsul Asam Urat TCU
- Sinatren
- Tawon Liar
BBPOM Mataram mengedepankan unsur pembinaan terhadap pelaku usaha. Namun, jika peringatan diabaikan, penegakan hukum akan menjadi langkah terakhir atau ultimum remedium.
Advertisement
Sumber: AntaraNews