Banjir Kabupaten Banjar Meluas, Lebih dari 122 Ribu Warga Terdampak dan Pemkab Sigap Salurkan Bantuan
Pemkab Banjar mencatat lebih dari 122.000 warga terdampak Banjir Kabupaten Banjar yang meluas ke sembilan kecamatan, mengoptimalkan distribusi bantuan dan dapur umum.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjar, Kalimantan Selatan, melaporkan bahwa jumlah warga yang terdampak bencana banjir di wilayahnya telah mencapai lebih dari 122.000 jiwa. Data terbaru ini menunjukkan bahwa banjir telah meluas hingga ke sembilan kecamatan, menimbulkan dampak signifikan bagi ribuan keluarga.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjar, Wasis Nugraha, pada Selasa (6/1), mengungkapkan bahwa 121 desa dan kelurahan kini terdampak. Total 43.469 kepala keluarga (KK) atau sekitar 122.353 jiwa menjadi korban langsung dari musibah Banjir Kabupaten Banjar ini.
Dalam menghadapi situasi darurat ini, Pemkab Banjar berkomitmen penuh untuk memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi. Berbagai upaya penanganan, termasuk pengoptimalan distribusi bantuan dan pengoperasian dapur umum, terus dilakukan secara masif.
Data Terbaru dan Dampak Luas Banjir Kabupaten Banjar
Banjir yang melanda Kabupaten Banjar menunjukkan skala yang mengkhawatirkan dengan cakupan wilayah yang terus bertambah. Sembilan kecamatan kini telah merasakan dampak langsung dari bencana alam ini, memaksa ribuan warga untuk beradaptasi dengan kondisi yang sulit.
Data yang dirilis oleh BPBD Banjar mengonfirmasi bahwa 121 desa dan kelurahan di Kabupaten Banjar tidak luput dari terjangan air bah. Angka ini mencerminkan luasnya sebaran Banjir Kabupaten Banjar dan tantangan besar dalam upaya penanggulangan.
Total 43.469 KK atau sekitar 122.353 jiwa menjadi fokus utama pemerintah daerah dalam penyaluran bantuan dan perlindungan. Pemkab Banjar terus memperbarui data secara berkala untuk memastikan akurasi informasi dan efektivitas respons.
Optimalisasi Bantuan dan Dapur Umum untuk Korban Banjir
Untuk mengatasi krisis pangan akibat Banjir Kabupaten Banjar, Pemkab Banjar mengoptimalkan distribusi bantuan melalui dapur umum resmi. Dapur umum ini dikelola secara kolaboratif dengan Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Selatan dan Dinas Sosial P3AP2KB Kabupaten Banjar.
Saat ini, dua dapur umum telah beroperasi di Kecamatan Sungai Tabuk dan Martapura Barat, menyediakan makanan siap saji bagi para pengungsi. Pemkab Banjar juga berencana menambah dapur umum di Kantor Dinas Sosial P3AP2KB Kabupaten Banjar untuk melayani Kecamatan Martapura dan sekitarnya.
Distribusi bantuan logistik tidak hanya terbatas pada makanan siap saji, tetapi juga paket sembako dari BPBD. Paket ini meliputi beras, gula, minyak goreng, dan ikan kaleng, disalurkan secara rutin dengan kolaborasi Bupati Banjar Saidi Mansyur, jajaran satuan organisasi perangkat daerah, relawan, serta berbagai elemen masyarakat.
Komitmen Pemkab Banjar dalam Penanganan Tanggap Darurat
Sekretaris Daerah (Sekda) Banjar, Yudi Andrea, menegaskan pentingnya sinergi seluruh pihak dalam penanggulangan Banjir Kabupaten Banjar. Ia mengajak media, instansi terkait, organisasi kemasyarakatan, serta tokoh masyarakat untuk bergotong royong.
Pemkab Banjar berkomitmen untuk mempercepat distribusi bantuan dan memastikan warga terdampak mendapatkan perlindungan serta pelayanan maksimal selama masa tanggap darurat. Status tanggap darurat yang telah diterbitkan menjadi dasar fleksibilitas dalam penanganan bencana, mendukung aspek pendanaan dan sumber daya.
Yudi Andrea juga menyoroti percepatan dan ketepatan distribusi logistik, meminta agar bantuan tidak menumpuk di gudang dan segera disalurkan, terutama ke desa-desa terisolasi. Camat diinstruksikan untuk memetakan wilayah terdampak dan mengkoordinasikan penggunaan perahu karet jika akses darat terputus, dengan target bantuan sembako diterima warga terpencil maksimal 24 jam.
Sumber: AntaraNews