Dapur Umum Banjir Banjar Beroperasi, Layani Ribuan Korban Terdampak
Pemerintah Kabupaten Banjar mengoperasikan dapur umum banjir Banjar untuk melayani ribuan masyarakat yang terdampak bencana banjir di berbagai kecamatan.
Bencana banjir yang melanda Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, telah memicu respons cepat dari pemerintah daerah. Sejak ditetapkannya status tanggap darurat banjir pada Senin, 30 Desember 2025, Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AP2KB) Kabupaten Banjar sigap mengoperasikan dapur umum. Inisiatif ini bertujuan memastikan kebutuhan pangan ribuan korban banjir terpenuhi di tengah situasi darurat.
Dapur umum ini mulai beroperasi efektif sejak awal pekan dan menjadi tulang punggung penyediaan makanan bagi warga yang mengungsi atau terisolasi. Fokus utama pelayanan saat ini berada di wilayah Kecamatan Martapura Timur, yang menjadi salah satu area terdampak paling parah. Upaya gotong royong dari berbagai pihak menjadi kunci keberhasilan operasional dapur umum ini.
Kepala Dinsos Kabupaten Banjar, Erny Wahdini, menjelaskan bahwa dapur umum ini adalah bagian dari komitmen Pemkab Banjar untuk meringankan beban masyarakat. Dengan kolaborasi berbagai elemen masyarakat dan instansi, diharapkan seluruh korban banjir dapat menerima bantuan makanan yang layak dan tepat waktu. Koordinasi terus dilakukan untuk menjangkau lebih banyak titik terdampak.
Skala Pelayanan dan Lokasi Dapur Umum Banjir Banjar
Operasional dapur umum banjir Banjar telah menjangkau ribuan warga di beberapa kecamatan terdampak. Di Kecamatan Martapura Timur, dapur umum mampu melayani sekitar 6.000 masyarakat setiap harinya. Ini menunjukkan skala kebutuhan yang besar dan respons yang masif dari pemerintah daerah.
Selain di Martapura Timur, dapur umum juga melayani wilayah lain yang terdampak parah. Untuk Kecamatan Martapura Barat, sekitar 5.000 warga menerima bantuan makanan setiap hari. Rencananya, Kecamatan Sungai Tabuk juga akan melayani sekitar 5.000 warga, menunjukkan perluasan jangkauan pelayanan.
Secara keseluruhan, Dinsos P3AP2KB menyuplai logistik untuk sekitar enam hingga tujuh titik dapur umum. Selain itu, terdapat dapur umum bantuan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dan Polda Kalimantan Selatan yang dijalankan oleh Brimob. Dapur umum milik Pemprov Kalsel kini berpindah ke Kecamatan Sungai Tabuk, namun logistiknya tetap didukung penuh oleh Pemkab Banjar.
Sinergi Berbagai Pihak dalam Penanganan Logistik
Pengelolaan dapur umum ini merupakan hasil sinergi berbagai pihak yang menunjukkan semangat gotong royong. Taruna Siaga Bencana (Tagana), pihak kecamatan setempat, Pramuka, serta Karang Taruna terlibat aktif dalam penyediaan dan pendistribusian makanan. Seluruh unsur ini bekerja sama memastikan makanan sampai ke tangan warga yang membutuhkan.
Erny Wahdini juga menekankan pentingnya koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar. Koordinasi ini dilakukan secara intensif untuk menghindari tumpang tindih dalam penyaluran logistik dan memastikan efektivitas bantuan. Hal ini krusial agar setiap bantuan tersalurkan secara merata dan tepat sasaran.
Makanan yang disediakan di dapur umum bervariasi, meliputi nasi, mie goreng, telur, sarden, dan nasi goreng. Pendistribusian makanan disesuaikan dengan permintaan dan kebutuhan warga, tidak selalu tiga kali sehari. Penyesuaian ini dilakukan dengan mempertimbangkan keterbatasan anggaran dan efektivitas penyaluran di lapangan.
Dampak dan Upaya Berkelanjutan di Kabupaten Banjar
Banjir di Kabupaten Banjar telah berdampak pada puluhan ribu jiwa. Data BPBD Kabupaten Banjar mencatat bahwa per 2 Januari 2026, ratusan ribu warga dan sekitar 4.083 jiwa pengungsi masih terdampak banjir. Sebanyak 24.278 rumah terendam di 124 desa pada 10 kecamatan, dengan 18 posko pengungsian telah disiapkan. Kondisi ini memerlukan upaya berkelanjutan dari semua pihak untuk pemulihan.
Pemerintah Kabupaten Banjar terus berupaya memastikan bahwa bantuan tidak hanya terbatas pada penyediaan makanan. Dengan koordinasi yang solid antarlembaga, diharapkan penanganan pasca-bencana juga dapat berjalan lancar. Fokus saat ini adalah memastikan semua warga terdampak mendapatkan dukungan yang diperlukan hingga kondisi kembali normal.
Sumber: AntaraNews