Pemkab Banjar Optimalkan Penanganan Banjir, Kebutuhan Pengungsi Terpenuhi
Pemerintah Kabupaten Banjar terus mengoptimalkan Penanganan Banjir Banjar, memastikan kebutuhan pengungsi terpenuhi di tengah perpanjangan status tanggap darurat bencana.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjar, Kalimantan Selatan (Kalsel), memastikan penanganan pengungsi terdampak banjir berjalan optimal. Langkah ini diambil untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat dapat terpenuhi di tengah situasi darurat. Status tanggap darurat bencana banjir di wilayah tersebut diperpanjang seiring meluasnya dampak di sejumlah kecamatan.
Kepala Pelaksana BPBD Banjar, Wasis Nugraha, menyatakan bahwa meskipun debit air di beberapa wilayah hulu mulai surut, banjir masih melanda 12 kecamatan. Sebanyak 135 desa dan kelurahan di Kabupaten Banjar masih terdampak bencana ini. Penanganan komprehensif terus dilakukan oleh pemerintah daerah.
Pemkab Banjar berkomitmen penuh untuk hadir dan bertindak bersama masyarakat. Koordinasi lintas perangkat daerah, termasuk BPBD dan Dinas Sosial P3AP2KB, terus diperkuat. Tujuannya adalah mempercepat pemulihan pascabanjir dan memastikan bantuan tersalurkan secara merata.
Kondisi Terkini dan Dampak Banjir di Kabupaten Banjar
Debit air di Kabupaten Banjar menunjukkan variasi, dengan wilayah hulu yang mulai surut, sementara daerah yang lebih rendah masih menghadapi genangan cukup tinggi, meskipun perlahan menurun. Bencana banjir ini terus meluas, mencakup banyak daerah di Kabupaten Banjar.
Data terbaru dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar per Rabu, 7 Januari 2026, menunjukkan peningkatan signifikan jumlah warga terdampak. Tercatat sebanyak 32.789 rumah dan 135.704 jiwa terdampak banjir. Selain itu, 8.577 hunian terendam air.
Angka ini mengalami kenaikan dibandingkan data pada 6 Januari 2026, yang mencatat 23.133 rumah dan 118.151 jiwa terdampak. Sebelumnya, 13.732 rumah warga Kabupaten Banjar terendam, tersebar di sembilan kecamatan dan 121 desa/kelurahan.
Strategi Pemkab Banjar dalam Penanganan Pengungsi
Penyaluran bantuan kepada masyarakat terdampak Penanganan Banjir Banjar dilakukan melalui dua skema utama. Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AP2KB) menyiapkan kebutuhan konsumsi melalui dapur umum. Sementara itu, BPBD menyalurkan bantuan paket sembako langsung ke titik-titik terdampak, termasuk rumah warga.
Bupati Banjar secara langsung memimpin penyaluran bantuan di beberapa lokasi, seperti Kelampayan Tengah, Kecamatan Astambul, dan di Tajau Landung. Penyaluran bantuan ini diprioritaskan berdasarkan wilayah dengan dampak terparah. Data penerima bantuan diperbarui melalui Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) yang bersumber dari laporan desa dan kelurahan, kemudian diverifikasi oleh Tim Reaksi Cepat (TRC).
Melalui koordinasi intensif antara BPBD, Dinsos P3AP2KB, camat, dan relawan, Pemkab Banjar telah mengaktifkan dapur umum di beberapa titik. Mereka juga menyalurkan makanan siap saji dan paket sembako, serta melakukan pendataan dan pemantauan langsung terhadap warga terdampak banjir. Distribusi bantuan dilakukan secara bertahap dan merata, menyesuaikan kondisi di lapangan.
Komitmen Jangka Panjang dan Imbauan Kewaspadaan
Pimpinan daerah Kabupaten Banjar turut turun langsung ke lokasi banjir untuk memastikan Penanganan Banjir Banjar berjalan efektif. Kehadiran mereka juga bertujuan memberikan dukungan moril kepada masyarakat yang terdampak. Ini adalah bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk selalu hadir, mendengar, dan bertindak bersama masyarakat di tengah situasi darurat.
Selain penanganan darurat, Pemkab Banjar juga menyiapkan langkah-langkah jangka menengah dan panjang. Salah satunya adalah penyusunan masterplan penanggulangan banjir dari hulu ke hilir. Upaya mitigasi ini diharapkan dapat menekan risiko banjir di masa mendatang secara berkelanjutan.
Pemkab Banjar mengajak seluruh pihak untuk tetap tenang, waspada, dan mengikuti informasi resmi dari pemerintah daerah. Solidaritas sosial antarwarga juga diharapkan dapat terus diperkuat demi percepatan pemulihan pascabanjir di Kabupaten Banjar.
Sumber: AntaraNews