Banjir Baros Serang Rendam Puluhan Rumah dan Kantor Desa, Ratusan Warga Terdampak
Bencana Banjir Baros Serang merendam puluhan rumah warga dan kantor desa di Kabupaten Serang pada Minggu, menyebabkan ratusan jiwa terdampak akibat luapan air dari Kali Cisereh.
Banjir melanda sejumlah wilayah di Desa Baros, Kecamatan Baros, Kabupaten Serang, Banten, pada Minggu (11/1). Peristiwa ini menyebabkan puluhan rumah warga serta fasilitas umum seperti kantor desa terendam air. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang mencatat dampak signifikan dari bencana alam tersebut.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Serang, Ajat Sudrajat, menjelaskan bahwa banjir dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi disertai angin kencang. Hujan deras mengguyur wilayah itu sejak pukul 04.50 WIB, memicu serangkaian kejadian yang berujung pada luapan air. Kondisi ini menjadi perhatian serius bagi otoritas setempat.
Air yang meluap diakibatkan jebolnya irigasi Kali Cisereh dan tersumbatnya aliran drainase di area tersebut. Akibatnya, air dengan cepat menggenangi pemukiman warga dan fasilitas publik. BPBD segera mengambil langkah penanganan untuk mitigasi dampak lebih lanjut.
Dampak Banjir di Kampung Polokiong dan Siliwung
Berdasarkan data kaji cepat yang dilakukan di lapangan, bencana Banjir Baros Serang melanda dua titik lokasi utama. Kampung Polokiong dan Kampung Siliwung menjadi area yang paling terdampak oleh genangan air. Tim reaksi cepat BPBD segera mendatangi lokasi untuk validasi data.
Dampak terparah tercatat di Kampung Polokiong RT 06/RW 01, di mana sebanyak 33 rumah warga terendam. Sebanyak 58 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 174 jiwa harus menghadapi kondisi sulit akibat banjir ini. Genangan air juga mencapai Kantor Desa Baros, mengganggu aktivitas pelayanan publik.
Di lokasi yang sama, tercatat ada enam lansia dan 24 anak-anak yang turut terdampak banjir. Sementara itu, di Kampung Siliwung RT 01/RW 05, satu rumah yang dihuni dua KK dengan enam jiwa juga terendam. Total keseluruhan rumah yang terdampak mencapai 34 unit.
Penyebab dan Ketinggian Air Banjir Baros Serang
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Serang, Ajat Sudrajat, menegaskan bahwa penyebab utama Banjir Baros Serang adalah hujan deras. Hujan dengan intensitas tinggi disertai angin kencang telah mengguyur wilayah Baros sejak dini hari. Kondisi cuaca ekstrem ini memicu serangkaian masalah hidrologi di daerah tersebut.
Selain faktor cuaca, jebolnya irigasi Kali Cisereh menjadi pemicu signifikan luapan air. Sumbatan pada aliran drainase juga memperparah kondisi, menghambat aliran air untuk surut. Kombinasi faktor-faktor ini menyebabkan air meluap dengan cepat ke area pemukiman.
Ketinggian air di lokasi banjir bervariasi, tergantung pada area yang terdampak. Di Kampung Siliwung, ketinggian air terpantau sekitar 10 hingga 15 centimeter. Sementara itu, di Kampung Polokiong, genangan air mencapai ketinggian 20 hingga 30 centimeter, menunjukkan dampak yang lebih serius.
Respons Cepat BPBD Kabupaten Serang
BPBD Kabupaten Serang menerima laporan kejadian Banjir Baros Serang pada pukul 12.05 WIB. Menanggapi laporan tersebut, Tim Reaksi Cepat (TRC) segera diberangkatkan ke lokasi kejadian pada pukul 15.00 WIB. Langkah cepat ini bertujuan untuk melakukan penanganan darurat dan validasi data.
Dalam upaya penanganan, BPBD berkoordinasi erat dengan berbagai pihak terkait di wilayah tersebut. Unsur Damkar Kabupaten Serang, Koramil (Babinsa), Polsek, pihak kecamatan, serta perangkat desa setempat turut serta dalam penanganan. Kolaborasi ini memastikan respons yang terintegrasi dan efektif.
Hingga sore hari, kondisi Tinggi Muka Air (TMA) di lokasi masih berkisar antara 20 hingga 30 centimeter. Meskipun demikian, Ajat Sudrajat memastikan bahwa tidak ada korban jiwa yang dilaporkan dalam kejadian ini. Pemantauan kondisi di lapangan terus dilakukan untuk mengantisipasi perkembangan lebih lanjut.
Sumber: AntaraNews