20 Pasien Klinik Tradisional Terjebak Banjir Baros Serang, Menanti Evakuasi
Banjir Baros Serang akibat hujan lebat menjebak 20 pasien di sebuah klinik pengobatan tradisional di Kampung Polokiong. Bantuan evakuasi sangat dinantikan di tengah genangan air setinggi lutut.
SERANG – Sebanyak 20 pasien pengobatan tradisional dilaporkan terjebak banjir yang melanda Kampung Polokiong, Desa Baros, Kecamatan Baros, Kabupaten Serang, Banten, pada Minggu (12/1). Peristiwa ini terjadi setelah hujan lebat mengguyur wilayah tersebut sejak pagi hari, menyebabkan genangan air tinggi yang menghambat akses keluar masuk.
Kondisi darurat ini menimbulkan kekhawatiran, mengingat para pasien tersebut sedang menjalani pengobatan dan kini kesulitan untuk berpindah ke tempat yang lebih aman. Pemilik klinik, Hendri, mengungkapkan bahwa ketinggian air telah mencapai lutut orang dewasa, sebuah kejadian yang jarang terjadi di area tersebut.
Hingga saat ini, belum ada bantuan yang tiba di lokasi kejadian untuk mengevakuasi para pasien maupun warga lain yang terdampak. Pihak klinik dan warga setempat sangat mengharapkan respons cepat dari dinas terkait untuk segera memberikan pertolongan.
Kondisi Terkini dan Kebutuhan Evakuasi
Pemilik klinik pengobatan tradisional di Kampung Polokiong, Hendri, menjelaskan bahwa banjir mulai memasuki pemukiman dan tempat praktiknya sekitar pukul 12.00 WIB. Ketinggian air yang mencapai lutut orang dewasa membuat 20 pasien yang sedang berobat tidak dapat meninggalkan lokasi.
“Banjirnya mau selutut. Jarang banjir seperti ini. Ada sekitar 20 pasien di sini sedang melakukan pengobatan dan belum dievakuasi,” ujar Hendri, menggambarkan situasi yang mendesak. Akses jalan yang tergenang air tinggi menjadi penghalang utama bagi para pasien untuk keluar dari area klinik.
Hendri sangat mengharapkan tim dari dinas terkait, seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang, segera turun ke lapangan. Bantuan evakuasi sangat dibutuhkan untuk menyelamatkan para pasien dan warga yang terjebak banjir di Kampung Polokiong.
Penyebab Banjir dan Dampak Luas
Banjir yang melanda Baros, Serang, ini disebabkan oleh intensitas hujan yang sangat tinggi dan buruknya sistem drainase di wilayah tersebut. Hendri menjelaskan bahwa kontur tanah di Kampung Polokiong yang lebih rendah dari Pasar Baros menyebabkan air kiriman menumpuk di area pemukiman melalui saluran gorong-gorong.
“Penyebabnya dari intensitas tinggi dan posisi kita lebih rendah, jadi air dari arah pasar turun ke sini semua lewat gorong-gorong,” jelasnya. Kondisi geografis ini memperparah dampak hujan lebat, mengakibatkan genangan air yang signifikan.
Berdasarkan data kaji cepat dari BPBD Kabupaten Serang, banjir tidak hanya melanda Kampung Polokiong tetapi juga Kampung Siliwung. Dampak terparah tercatat di Kampung Polokiong RT 06/RW 01, di mana sebanyak 33 rumah terendam air. Banjir ini berdampak pada 58 Kepala Keluarga (KK) atau 174 jiwa.
- Di Kampung Polokiong, fasilitas umum seperti Kantor Desa Baros juga tergenang.
- Tercatat ada 6 lansia dan 24 anak-anak yang terdampak di titik ini.
- Sementara itu, di Kampung Siliwung RT 01/RW 05, banjir merendam satu unit rumah yang dihuni oleh 2 KK atau 6 jiwa.
Sumber: AntaraNews