Autralia Keluarkan Travel Warning ke RI, Dampak Kedatangan Turis ke Bali Tak Signifikan
Wakil Gubernur (Wagub) Bali I Nyoman Giri Prasta merespons soal Australia mengeluarkan travel warning.
Wakil Gubernur (Wagub) Bali I Nyoman Giri Prasta merespons soal Australia mengeluarkan travel warning atau peringatan perjalanan level 2 untuk warganya yang hendak pergi ke Indonesia. Hal ini menyusul demonstrasi di berbagai daerah di Indonesia, termasuk di Bali.
Wagub Giri Prasta mengatakan, dengan adanya aksi unjuk rasa di Bali dan dan travel warning berdampak pada kunjungan wisatawan Australia ke Pulau Bali tetapi tidak signifikan.
"Saya kira dengan aksi ini kami pastikan sudah ada data itu. Ada penurunan tapi ini akan segera pulih kembali. Penurunan tidak signifikan, karena sudah dibooking awal. Kemarin itu presentasenya tidak lebih dari 0,2 persen (penurunan turis) Australia," kata dia, usai mengikuti Rapat Paripurna di Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Rabu (3/9).
Ia menerangkan saat ini situasi di Pulau Bali sudah kondusif dan aparat keamanan sudah siaga dengan baik. Kemudian keluarnya travel warning dari Australia karena acuannya adalah aksi demonstrasi di Indonesia, khususnya di Bali.
Namun, untuk persoalan travel warning dari Australia sudah pernah terjadi tetapi warga Australia tetap datang ke Pulau Bali untuk berwisata. Hal itu, karena berwisata ke Pulau Bali lebih murah daripada mereka berwisata di dalam negara sendiri.
"Persoalan travel warning itu, kami sudah pernah mengalami tahun sebelumnya. Ketika juga travel warning dilakukan oleh Australia, maka ada keputusan pemerintah di situ warga Australia tidak keluar berwisata (ke negara lain)," ujarnya.
"Contohnya yang boleh itu ke Perth, Melbourne dan Sydney itu contoh. Tetapi ketika itu diterapkan di Australia, maka operasional terlalu tinggi maka tetap pilihan kedua itu adalah Bali, jauh lebih murah. Bahkan, cuaca dan adat budaya Bali ini amat sangat memberikan dukungan kepada wisatawan, khususnya dari Australia," lanjutnya.
Ia menyatakan, travel warning tidak akan menjadi persoalan bagi wisatawan Australia. Karena, mereka menganggap Pulau Bali adalah rumah kedua mereka. Menurutnya, jumlah wisatawan Australia ke Pulau Bali akan secepatnya pulih kembali dan akan banyak lagi turis Australia berlibur ke Bali.
"Untuk recovery tidak begitu lama, karena hitungan ini detik dan menit. Kenapa saya berani katakan seperti itu, teknologi sekarang sudah canggih sekali sekarang pun kita berbicara di sini Australia sudah melihat dan bisa didengarkan oleh mereka," katanya.
Selain itu, Pemerintah Indonesia juga memiliki Kedutaan Besar (Kedubes) di Australia, untuk menyampaikan situasi yang kondusif di Pulau Dewata, dan juga tetap menjalankan promosi wisata di Pulau Bali ke Australia.
"Dan kami sekali lagi terimakasih kepada aparat terhadap siap siaganya. Untuk bagaimana gerakan demo itu kita hormati sebagai hak daripada masyarakat, cuman penyampaian itu dengarkan bersama-sama dengan satu catatan anarkis itu jangan," ujarnya.
Seperti diketahui, demo yang terjadi di sejumlah kota di Indonesia bikin waswas negara lain. Australia merilis peringatan perjalanan level 2 ke Indonesia.
Dikutip dari situs resmi pariwisata Australia, Smart Traveller pada Minggu (31/8) Australia resmi memberi peringatan perjalanan level 2 bagi warganya yang hendak ke Indonesia.