Wisman Australia Masih Ramai ke Bali Meski Ada Travel Warning
Dispar Bali mencatat, tren kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) terus meningkat dari tahun ke tahun. Periode Januari hingga Mei:
Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Bali, I Wayan Sumarajaya menegaskan, travel warning yang dikeluarkan pemerintah Australia tidak berdampak terhadap jumlah kunjungan wisatawan ke Bali, khususnya dari Negeri Kangguru.
"Sampai saat ini belum (ada dampak kunjungan wisatawan Australia ke Bali)," ujar Sumarajaya saat dikonfirmasi, Selasa (10/6).
Meski pemerintah Australia mengeluarkan peringatan perjalanan pada akhir Mei 2025, Sumarajaya memastikan tidak terlihat adanya penurunan jumlah kunjungan wisatawan dari Australia ke Bali.
Kunjungan Wisman Justru Melonjak
Dispar Bali mencatat, tren kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) terus meningkat dari tahun ke tahun. Periode Januari hingga Mei:
- 2023: 1.876.975 kunjungan
- 2024: 2.391.860 kunjungan
- 2025: 2.663.734 kunjungan
Australia tetap menjadi negara penyumbang wisatawan terbanyak ke Pulau Dewata.
Sumarajaya menegaskan, Bali sebagai destinasi wisata internasional sangat memperhatikan keamanan dan kenyamanan wisatawan. Pemerintah daerah telah menetapkan standar keselamatan wisata dan mitigasi bencana.
"Jika terjadi sesuatu pada wisatawan saat berlibur di Bali, hal tersebut akan berdampak sangat buruk pada citra pariwisata Bali," ucapnya.
Ia menambahkan, Pemprov Bali bersama masyarakat terus menjaga agar wisatawan dapat menikmati keindahan alam dan budaya Bali dengan rasa aman.
"Pemerintah Provinsi Bali juga telah menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 7 tahun 2025, tentang tata tertib baru bagi wisatawan asing selama di Bali," ujarnya.
Dalam SE tersebut, aturan dipaparkan dalam bentuk “do’s and don’ts”, yakni daftar larangan dan anjuran yang wajib dipatuhi oleh wisatawan mancanegara. Tujuannya, menciptakan harmoni antara pelancong dan masyarakat lokal.
"Jika semua wisatawan mematuhi aturan ini, saya yakin mereka akan aman di Bali," pungkasnya.
Isi Travel Warning Australia
Pemerintah Australia dalam situs resminya SmartTraveller mengimbau warganya yang hendak bepergian ke Indonesia, termasuk Bali, untuk berhati-hati. Mereka menyebut beberapa pantai di Bali berbahaya karena ombak tinggi dan tidak dijaga penjaga pantai.
Selain itu, warga Australia diminta memahami syarat visa dan aturan ketat imigrasi Indonesia, termasuk penolakan masuk karena paspor yang rusak.
Australia juga mengimbau warganya menghormati budaya lokal di Bali. Perilaku ofensif terhadap budaya, agama, tempat ibadah, dan upacara adat dapat berujung hukuman pidana atau deportasi.