AS Mulai Produksi Jet Tempur F-35 Swiss di Tengah Penolakan Aktivis
Amerika Serikat telah memulai Produksi Jet Tempur F-35 Swiss pesanan, meskipun menghadapi kampanye penolakan dari sejumlah aktivis. Simak detail lengkapnya di sini.
Amerika Serikat telah memulai produksi jet tempur F-35 pesanan Swiss, sebuah langkah yang dikonfirmasi oleh Kepala Pengadaan Pertahanan Swiss, Urs Loher. Proses produksi ini berlangsung di tengah gelombang penolakan dari kelompok aktivis di Swiss. Para aktivis tersebut meluncurkan petisi yang menentang pembelian jet tempur ini karena dianggap terlalu mahal dan tidak sesuai kebutuhan.
Produksi delapan pesawat pertama dijadwalkan akan selesai dan dikirimkan pada tahun depan, sesuai dengan rencana awal yang telah ditetapkan. Swiss sebelumnya telah menandatangani kontrak untuk mengakuisisi 30 unit F-35A. Pengiriman unit-unit ini diharapkan berlangsung secara bertahap antara tahun 2027 hingga 2030, menandai modernisasi signifikan angkatan udara Swiss.
Loher menegaskan bahwa meskipun ada penolakan, produksi tetap berjalan, membantah klaim para penentang. Ia juga menggarisbawahi kebutuhan Swiss akan 55 hingga 70 pesawat tempur untuk membangun kekuatan udara yang efektif.
Kontroversi Pembelian Jet Tempur F-35 Swiss
Pembelian jet tempur F-35 oleh Swiss telah memicu kontroversi yang signifikan di dalam negeri. Sejumlah aktivis meluncurkan petisi untuk menentang akuisisi ini, menyoroti beberapa kekhawatiran serius. Mereka berpendapat bahwa biaya pembelian F-35 jauh lebih tinggi dari perkiraan awal kontrak.
Selain masalah biaya, para penentang juga meragukan kesesuaian F-35 dengan kebutuhan pertahanan Swiss. Mereka mengklaim bahwa pesawat tempur canggih ini terlalu mahal dan tidak praktis untuk skenario pertahanan negara netral seperti Swiss. Isu ini menjadi perdebatan publik yang hangat.
Meskipun demikian, Kepala Pengadaan Pertahanan Swiss, Urs Loher, menegaskan bahwa produksi telah dimulai, bertentangan dengan klaim para penentang pembelian. Loher menekankan pentingnya modernisasi kekuatan udara Swiss.
Jadwal Pengiriman dan Kebutuhan Pertahanan Udara Swiss
Menurut Urs Loher, delapan unit pertama dari Produksi Jet Tempur F-35 Swiss dijadwalkan akan dikirimkan pada tahun depan. Pengiriman ini merupakan bagian dari kontrak yang lebih besar untuk pengadaan 30 unit F-35A. Seluruh unit diharapkan tiba di Swiss antara tahun 2027 dan 2030.
Loher juga menjelaskan bahwa Swiss membutuhkan antara 55 hingga 70 pesawat tempur untuk membangun kekuatan udara yang efektif dan memadai. Jumlah ini jauh lebih banyak dari 30 unit F-35 yang telah dipesan. Kesenjangan ini menunjukkan tantangan dalam memenuhi kebutuhan pertahanan udara negara.
Untuk mengatasi kesenjangan tersebut, Loher mengusulkan agar jet tempur F/A-18 yang masih beroperasi tetap digunakan sementara waktu. Langkah ini bertujuan untuk mempertahankan kapasitas pertahanan udara Swiss sementara menunggu pengiriman penuh F-35. Strategi ini menunjukkan pendekatan pragmatis dalam pengelolaan aset pertahanan.
Implikasi dan Masa Depan Angkatan Udara Swiss
Keputusan untuk melanjutkan Produksi Jet Tempur F-35 Swiss memiliki implikasi besar bagi masa depan angkatan udara negara tersebut. Modernisasi armada dengan F-35 diharapkan dapat meningkatkan kemampuan pertahanan udara Swiss secara signifikan. Pesawat ini dikenal dengan teknologi siluman dan sistem avionik canggihnya.
Namun, kontroversi seputar biaya dan relevansi F-35 bagi Swiss tetap menjadi sorotan. Perdebatan ini mencerminkan kompleksitas dalam pengambilan keputusan pengadaan militer. Pemerintah Swiss harus menyeimbangkan kebutuhan pertahanan dengan pertimbangan anggaran dan opini publik.
Dengan dimulainya produksi dan jadwal pengiriman yang telah ditetapkan, Swiss bergerak maju dengan rencana modernisasi militernya. Penggunaan F/A-18 yang ada sebagai solusi sementara menunjukkan komitmen untuk menjaga keamanan wilayah udara. Ini adalah langkah penting dalam strategi pertahanan jangka panjang Swiss.
Sumber: AntaraNews