Indonesia memastikan membeli Mirage 2000-5 dan Rafale untuk memperkuat TNI AU. Pembelian pesawat bekas ini menimbulkan pro dan kontra.
Advertisement
Advertisement
Untuk pertama kalinya TNI AU akan menggunakan pesawat tempur buatan negeri Anggur tersebut. Sebelumnya TNI lebih akrab dengan jet tempur buatan AS san Rusia.
Advertisement
TNI AU membutuhkan pesawat yang bisa dikirim dengan cepat dan langsung digunakan. Kementerian Pertahanan mengaku jika meretrofit pesawat TNI AU, akan menurunkan kesiapsiagaan.
Advertisement
Nilai pengadaan 12 pesawat ini mencapai USD 734,5 juta. Mirage akan dikirim secara bertahap dalam waktu 24 bulan sejak kontrak ditandatangani.
Advertisement
Advertisement
Pesawat bersayap delta ini juga bisa menjadi pesawat transisi bagi para pilot TNI AU sebelum menggunakan Rafale yang lebih canggih.
Advertisement
Bertahun-tahun rencana tersebut tertunda. Kini dipastikan batal.
Advertisement
Advertisement
Kasau Marsekal Fadjar Prasetyo menyebut enam penerbang TNI AU sudah diberangkatkan untuk berlatih dengan jet tempur Rafale di Prancis.