Anggota DPRD Jember Ungkap Dugaan Penyimpangan BBM Subsidi di SPBU Tegalbesar
Anggota DPRD Jember membongkar dugaan penyimpangan BBM subsidi jenis solar di SPBU Tegalbesar, Jember, yang melibatkan pengisian ilegal ke tandon dan berujung pada aksi kejar-kejaran dramatis.
Anggota DPRD Jember, David Handoko Seto, mengungkap dugaan penyimpangan bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis solar di sebuah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Jember, Jawa Timur. Kejadian ini berlangsung pada Sabtu dini hari di SPBU Tegalbesar, Kelurahan Tegalbesar, Kabupaten Jember, menarik perhatian publik dan aparat penegak hukum. Pengungkapan ini bermula dari laporan masyarakat yang mencurigai adanya praktik ilegal dalam distribusi BBM bersubsidi di wilayah tersebut.
David Handoko Seto mendapatkan informasi awal dari warga mengenai pengisian BBM bersubsidi dalam jumlah besar di SPBU Tegalbesar, padahal SPBU tersebut tidak beroperasi 24 jam. Informasi ini memicu David untuk melakukan investigasi langsung ke lokasi guna memverifikasi kebenaran laporan tersebut. Kecurigaan semakin menguat ketika ia tiba di lokasi dan menemukan aktivitas mencurigakan.
Saat tiba di SPBU, David menemukan sebuah truk yang sedang mengisi solar bersubsidi secara tidak wajar, yakni ke dalam tandon atau kempu berkapasitas sekitar 1.000 liter, bukan ke tangki kendaraan. Temuan ini menjadi bukti awal yang kuat atas dugaan penyalahgunaan BBM subsidi. David segera mengambil tindakan dengan menghubungi pihak berwenang untuk penanganan lebih lanjut.
Modus Operandi Penyimpangan BBM Subsidi
Dugaan penyimpangan BBM subsidi ini terungkap ketika David Handoko Seto mendapati truk tersebut mengangkut empat kempu, dengan satu kempu sudah terisi penuh solar. Pengisian BBM subsidi ke wadah penampungan besar seperti tandon atau kempu seringkali menjadi modus operandi dalam praktik penyelewengan. Hal ini memungkinkan solar subsidi dijual kembali dengan harga lebih tinggi atau digunakan untuk keperluan industri yang seharusnya tidak berhak.
David juga menemukan puluhan rekomendasi pembelian BBM subsidi di ponsel petugas SPBU, yang diduga digunakan untuk memuluskan transaksi ilegal ini. Rekomendasi fiktif atau penyalahgunaan rekomendasi resmi menjadi celah bagi oknum untuk mendapatkan solar bersubsidi melebihi kuota yang seharusnya. Praktik ini merugikan negara dan masyarakat yang benar-benar membutuhkan subsidi.
Setelah menemukan bukti kuat, David segera menghubungi Ketua Hiswana Migas Muhammad Iqbal dan Polsek Sumbersari untuk meminta pengamanan barang bukti. Tindakan cepat ini penting untuk mencegah hilangnya bukti dan memastikan proses hukum dapat berjalan. Kedatangan aparat kepolisian dan perwakilan Hiswana Migas menunjukkan keseriusan dalam menanggapi laporan penyimpangan BBM subsidi ini.
Aksi Kejar-kejaran dan Penganiayaan
Saat semua pihak fokus pada petugas SPBU, sopir truk secara tiba-tiba melarikan diri dengan kecepatan tinggi meninggalkan lokasi. Aksi nekat sopir ini memicu pengejaran dramatis oleh David dan polisi yang baru tiba. Pengejaran berlangsung dari Kecamatan Sumbersari hingga Kecamatan Ambulu, menunjukkan upaya keras untuk menghentikan pelaku.
Pengejaran berlangsung cukup lama dengan kecepatan tinggi, mencapai 80 hingga 100 kilometer per jam, bahkan melalui jalan desa. David dan polisi menghadapi kesulitan karena truk melaju sangat cepat dan tidak bisa didahului. Sayangnya, pengejaran terhenti di jembatan Pontang setelah mobil David terpelanting menghantam besi jembatan, memungkinkan truk buruan melarikan diri.
Dalam upaya menghentikan truk di wilayah Ambulu, David sempat diserang oleh belasan anak muda yang sedang mabuk. Dengan sigap, David melawan dan berhasil melumpuhkan salah satu penyerang. Insiden penganiayaan ini menambah kompleksitas kasus dan menunjukkan risiko yang dihadapi oleh pihak yang berani mengungkap kejahatan.
Laporan Resmi dan Penegakan Hukum
Setelah insiden tersebut, David Handoko Seto segera melaporkan kasus ini ke Polres Jember. Ada dua laporan yang diajukan, yaitu terkait dugaan penyimpangan penggunaan BBM subsidi jenis solar dan kasus penganiayaan yang dialaminya. Pelaporan ini menegaskan komitmen David untuk menindaklanjuti kasus hingga tuntas.
Penanganan kasus penyimpangan BBM subsidi ini diharapkan dapat memberikan efek jera bagi para pelaku. Pihak kepolisian dan Hiswana Migas perlu berkoordinasi erat untuk mengungkap jaringan di balik praktik ilegal ini. Pengawasan ketat terhadap SPBU dan distribusi BBM subsidi menjadi krusial untuk mencegah kerugian negara.
Kasus ini menyoroti pentingnya peran aktif masyarakat dan anggota dewan dalam mengawasi penyaluran BBM subsidi. Transparansi dan akuntabilitas dalam distribusi BBM subsidi harus terus ditingkatkan. Pemerintah melalui lembaga terkait perlu memperkuat sistem pengawasan agar BBM subsidi benar-benar sampai kepada yang berhak.
Sumber: AntaraNews