Anak Muda Tinggal di Kota Besar Terancam Kena Penyakit Diabetes, Penyebabnya Sepele
Menurut Lies, hal ini disebabkan berbagai faktor, salah satunya soal perubahan gaya hidup.
Diabetes melitus atau penyakit kencing manis kini rentan menyerang anak-anak muda, terlebih mereka yang tinggal di kota-kota besar seperti DKI Jakarta.
"Diabetes melitus juga penyakit tidak menular lain itu memang menjadi ancaman di kota besar, termasuk Jakarta," kata Wakil Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta, Lies Dwi Oktavia di Rusunami Bidara Cina, Jakarta Timur, Senin (28/7).
Menurut Lies, hal ini disebabkan berbagai faktor, salah satunya soal perubahan gaya hidup. Lies menyebut, banyak remaja yang saat ini terjebak gaya hidup sedentari atau minim aktivitas fisik.
"Kalau kita lihat aktivitas sehari-hari kita, bahkan mulai dari remaja itu banyak yang sudah kurang jalan, kurang olah raga. Kemudian kebanyakan aktivitas sehari-harinya duduk karena di depan komputer atau menggunakan gadget yang terlalu lama," jelas Lies.
Dia menyebut, pola hidup minim aktivitas ini memicu risiko penyakit tidak menular. Terlebih, ditambah dengan pilihan makanan yang tinggi gula, tinggi garam, dan tinggi lemak dalam kehidupan sehari-hari.
Faktor Risiko Meningkat
Akhirnya, faktor risiko untuk terjadi penyakit tidak menular kini semakin meningkat pada seseorang, bahkan mulai dari usia muda. Oleh sebab itu, saat ini Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tengah berupaya menekan angka kemunculan penyakit tidak menular.
"Kalau dulu mungkin era 20-30 tahun yang lalu kita lebih sering dengar orang dengan penyakit diabetes itu di umur-umur sudah lansia gitu ya, kalau sekarang kan di umur muda umur 30-40 sudah banyak yang menderita penyakit kencing manis, hipertensi,” ungkap dia.
Lies bilang, pencegahan harus dilakukan lebih awal lagi untuk mengubah perilaku dan gaya hidup tidak sehat, sehingga tidak jatuh ke penyakit tidak menular.
"Sehingga ini waktunya kita bergerak sama-sama untuk merubah perilaku tidak hanya pada orang yang kelompok dewasa atau lansia tapi justru kita harus mulai dari anak-anak," kata Lies.