Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat (Dinkes Sulbar) secara aktif mengajak generasi muda di wilayahnya untuk meninggalkan gaya hidup sedentari. Ajakan ini disampaikan guna mendorong mereka agar lebih aktif bergerak dan menjadikan aktivitas fisik sebagai bagian tak terpisahkan dari gaya hidup sehat. Pelaksana Tugas Kepala Dinkes Sulbar, dr. Nursyamsi Rahim, menekankan pentingnya perubahan pola hidup ini demi masa depan yang lebih baik.
Inisiatif ini muncul sebagai respons terhadap peningkatan kasus obesitas dan penyakit tidak menular (PTM) yang marak di kalangan usia muda. Pola makan tinggi gula, lemak, serta garam, ditambah minimnya aktivitas fisik, menjadi pemicu utama masalah kesehatan tersebut. Edukasi ini disampaikan dalam acara Talkshow Mamuju Run 2025 PLN Mobile yang dihadiri komunitas pelari dan masyarakat umum di Mamuju.
dr. Nursyamsi Rahim menegaskan bahwa kesehatan generasi muda adalah fondasi kekuatan bangsa di masa depan. Melalui kegiatan edukatif dan ajakan untuk berolahraga, Dinkes Sulbar berharap dapat menumbuhkan budaya hidup sehat. Tujuannya adalah menciptakan generasi muda yang lebih produktif dan jauh dari berbagai risiko penyakit kronis.
Advertisement
Advertisement
Dampak Gaya Hidup Sedentari pada Kesehatan Generasi Muda
Gaya hidup sedentari merupakan pola hidup yang ditandai dengan minimnya aktivitas fisik, di mana seseorang banyak menghabiskan waktu dengan duduk atau berbaring. Contohnya termasuk menonton televisi berjam-jam, bermain video game, atau bekerja di depan komputer tanpa banyak bergerak. Pola hidup ini telah menjadi perhatian serius bagi Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulbar, dr. Nursyamsi Rahim, menyoroti bahwa kombinasi gaya hidup sedentari dan pola makan tidak sehat berkontribusi pada masalah kesehatan. "Gaya hidup sedentari dan pola makan tinggi gula, lemak serta garam, telah menyebabkan peningkatan kasus obesitas dan penyakit tidak menular (PTM) di kalangan usia muda," ujarnya. Kondisi ini mengancam kualitas hidup generasi muda.
Dampak negatif dari gaya hidup yang minim gerak ini sangat luas, tidak hanya terbatas pada obesitas. Risiko berbagai penyakit serius seperti diabetes, penyakit jantung, hingga gangguan mental seperti depresi dapat meningkat. Oleh karena itu, edukasi mengenai bahaya gaya hidup sedentari menjadi krusial untuk menjaga kesehatan fisik dan mental generasi muda.
Advertisement
Advertisement
Olahraga: Solusi Mudah dan Pembentuk Karakter Unggul
Dinkes Sulbar secara aktif mempromosikan olahraga sebagai solusi efektif untuk mengatasi masalah gaya hidup sedentari. Olahraga bukan hanya penting untuk menjaga kesehatan fisik, tetapi juga memiliki peran vital dalam membentuk karakter generasi muda. Nilai-nilai seperti disiplin, tanggung jawab, kerja keras, dan sportivitas dapat diasah melalui aktivitas fisik.
dr. Nursyamsi Rahim menekankan bahwa nilai-nilai tersebut sangat relevan dalam membangun generasi muda yang unggul dan berkarakter kuat. Ia juga menyoroti bahwa aktivitas fisik yang mudah dan murah adalah olahraga lari. "Olahraga lari tidak membutuhkan alat mahal dan bisa dilakukan siapa saja, di mana saja," jelas Nursyamsi, menunjukkan aksesibilitasnya bagi semua kalangan.
Olahraga lari, menurut Nursyamsi, adalah aktivitas sederhana dengan dampak luar biasa bagi kesehatan. Konsistensi dan komitmen menjadi kunci utama dalam menjaga kesehatan melalui aktivitas ini. Dengan menjadikan lari sebagai kebiasaan, generasi muda dapat secara signifikan mengurangi risiko penyakit yang diakibatkan oleh gaya hidup sedentari.
Advertisement
Advertisement
Komitmen dan Kolaborasi untuk Sulbar Sehat dan Produktif
Dinas Kesehatan Sulbar berharap kegiatan edukatif seperti talkshow dapat mendorong tumbuhnya budaya hidup sehat di masyarakat. Kolaborasi lintas komunitas juga sangat diperlukan untuk mempercepat terwujudnya visi Sulbar Maju dan Sejahtera. Komitmen kolektif dari berbagai pihak menjadi kunci keberhasilan gerakan ini.
Nursyamsi menyampaikan bahwa kegiatan semacam ini harus terus digalakkan untuk mendorong masyarakat, khususnya generasi muda, agar menjadikan aktivitas fisik sebagai kebiasaan baru. "Kegiatan seperti ini harus terus digalakkan untuk mendorong masyarakat, khususnya generasi muda agar menjadikan aktivitas fisik, minimal tiga kali seminggu sebagai kebiasaan baru sehingga anak muda lebih sehat dan produktif," tegasnya.
Dengan menjadikan aktivitas fisik minimal tiga kali seminggu sebagai kebiasaan, generasi muda diharapkan menjadi lebih sehat dan produktif. Inisiatif ini tidak hanya berfokus pada individu, tetapi juga pada pembangunan kolektif. Dari Mamuju, gerakan sehat ini diharapkan dapat menyebar luas ke seluruh Sulbar, menciptakan masa depan bangsa yang kuat melalui generasi muda yang sehat.
Advertisement
Sumber: AntaraNews