AHY Potong Rambut Gimbal Bocah di Acara Dieng Culture Festival 2025
Selain diminta potong rambut, AHY juga diminta memberlikan mobil-mobilan dengan remote control.
Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (IPK), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mendapatkan permintaan khusus dari seorang anak bajang di Dieng untuk memotong rambut gimbalnya. Anak itu diketahui bernama Faiza Ahmad Al-Afghani (7) asal Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Selain permintaan khusus tersebut, putra dari pasangan Yoga Drinuko dan Niken Larasati ini, juga meminta untuk dibelikan mobil-mobilan dengan remote control sebagai syarat rambut gimbalnya dicukur.
Total ada sembilan anak bajang yang dicukur rambut gimbalnya dalam ritual yang juga rangkaian dari acara Dieng Culture Festival 2025 tersebut. Anak-anak bajang tersebut berasal dari berbagai daerah, tidak hanya dari Dieng, Banjarnegara, atau Jawa Tengah saja.
"Persyaratan yang mereka juga unik-unik, ada yang minta mainan mobil-mobilan, sepeda, dan lain sebagainya," kata AHY.
Nilai-nilai budaya Nusantara
AHY juga mengikuti prosesi dan memotong rambut gimbal anak bajang pada Dieng Culture Festival 2025 merupakan pengalaman pertamanya. Menurutnya, tradisi tersebut penuh dengan nilai-nilai budaya nusantara yang tentu harus dirawat terus.
"Tadi ikut penjamasan pemotongan rambut gimbal. Ini makanya kita turut mengantar mereka menjadi remaja dan dewasa. Prosesi ini sekaligus juga diyakini menghilangkan hal-hal yang kurang baik. Ini sebuah makna, semakin kita mengawal putra putri kita, mereka bisa semakin memiliki karakter yang baik, kepribadian baik, nilai-nilai religius, juga cinta pada negaranya," ujarnya.
AHY juga terkesan dengan acara Simphony Dieng yang digelar di Lapangan Pandawa pada Sabtu malam, 23 Agustus 2025. Dengan suasana alam yang indah dan dingin, ribuan masyarakat dan wisatawan dalam negeri maupun luar negeri menikmati pertunjukan musik yang memukau.
"Kita harapkan semakin maju pariwisatanya dan budayanya, juga bisa terus menyelesaikan infrastruktur. Saya rasa itu akan luar biasa," katanya.
Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan, tradisi ruwatan potong rambut gimbal itu harus dilestarikan. Ia bahkan mendukung agar ritual tersebut dapat disebarluaskan lagi ke penjuru dunia.
"Tradisi ini akan kita perbesar, mancanegara akan melihat sehingga turisnya banyak. Sudah pas kalau saya dan Menko (Bidang IKP) datang ke sini untuk membesarkan rambut gimbal menjadi destinasi wisata Internasional," kata Luthfi.