Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Purwokerto kembali menegaskan komitmennya dalam memajukan ekonomi lokal. Mereka berpartisipasi aktif pada Dieng Culture Festival (DCF) XV Tahun 2025 yang berlangsung pada 23-24 Agustus. Dukungan ini bertujuan untuk mendorong pertumbuhan pariwisata serta Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Banjarnegara, Jawa Tengah.
Inisiatif ini diwujudkan melalui penyediaan lokasi khusus bagi UMKM binaan BI dan Pemerintah Kabupaten Banjarnegara. Sebanyak 32 UMKM turut serta, termasuk delapan UMKM kopi, untuk memperkenalkan produk mereka kepada pengunjung. Deputi Kepala KPw BI Purwokerto, Mahdi Abdillah, menyatakan bahwa DCF menjadi panggung strategis bagi UMKM.
Selain memfasilitasi UMKM, Bank Indonesia juga secara aktif mendorong digitalisasi pembayaran. Penggunaan QRIS diperkenalkan secara luas di area festival untuk memudahkan transaksi. Keterlibatan BI juga mencakup edukasi kebanksentralan dan kampanye Cinta Bangga Paham (CBP) Rupiah kepada masyarakat.
Advertisement
Advertisement
Sinergi Bank Indonesia dan UMKM Lokal
Kehadiran Bank Indonesia dalam Dieng Culture Festival merupakan wujud sinergi yang kuat antara BI, Pemerintah Kabupaten Banjarnegara, dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Dieng Pandawa. Sinergi ini esensial untuk menjaga kesinambungan pertumbuhan ekonomi yang berbasis pada pariwisata dan UMKM. DCF menjadi momentum yang sangat tepat bagi para pelaku UMKM untuk mengenalkan produk mereka.
Pada gelaran DCF XV Tahun 2025, total 32 UMKM turut serta, terdiri atas 14 UMKM lokal dan 18 UMKM lainnya, termasuk delapan UMKM kopi. Mahdi Abdillah menegaskan bahwa DCF telah dikenal secara internasional, menjadikannya platform strategis bagi UMKM untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Ini memberikan kesempatan unik bagi produk lokal untuk dikenal di kancah global.
Salah seorang pelaku UMKM, Tina, mengungkapkan rasa senangnya dapat ikut serta dalam kegiatan DCF. Ia menjual berbagai minuman dan makanan tradisional khas Banjarnegara seperti wedang ronde, dawet ayu, tahu goreng tepung, dan tempe kemul. Partisipasi ini tidak hanya memperkenalkan kekayaan kuliner Banjarnegara, tetapi juga berhasil menambah penghasilan bagi para pelaku UMKM.
Advertisement
Advertisement
Mendorong Digitalisasi Pembayaran Melalui QRIS
Selain fokus pada pengembangan UMKM, Bank Indonesia juga secara aktif mendorong digitalisasi pembayaran di area festival. Pengenalan dan penggunaan QRIS menjadi salah satu prioritas utama untuk memudahkan transaksi bagi pengunjung dan pelaku usaha. Inisiatif ini sejalan dengan upaya BI untuk menciptakan ekosistem pembayaran yang lebih efisien dan modern.
Keterlibatan BI dalam DCF juga diwujudkan melalui edukasi kebanksentralan yang komprehensif. Edukasi ini mencakup kampanye Cinta Bangga Paham (CBP) Rupiah, pelindungan konsumen, serta literasi mengenai penggunaan QRIS. Booth yang disediakan BI tidak hanya memberi ruang bagi UMKM memperkenalkan produk, tetapi juga menjadi sarana bagi masyarakat merasakan kemudahan bertransaksi dengan QRIS.
DCF 2025 juga menjadi destinasi terakhir program QRIS Jelajah Indonesia (QJI) Purwokerto. Program ini menghadirkan 10 tim peserta yang menyelesaikan misi literasi digital di kawasan Candi Arjuna, bertepatan dengan ritual cukur rambut gimbal. Kegiatan QJI bertujuan memperluas akseptasi QRIS dan memperkuat ekosistem pembayaran digital melalui kompetisi, edukasi, dan kampanye literasi keuangan.
Advertisement
Advertisement
Dampak Ekonomi Positif Dieng Culture Festival
Dukungan Bank Indonesia pada Dieng Culture Festival diharapkan dapat memperluas akses pasar bagi UMKM, memperkuat literasi sistem pembayaran digital, dan memberikan dampak ekonomi yang positif. Partisipasi BI ini merupakan langkah strategis untuk memajukan perekonomian daerah melalui sektor pariwisata dan UMKM yang berkelanjutan.
Meskipun penyelenggaraan DCF XV Tahun 2025 lebih singkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, Bank Indonesia tetap optimis akan dampak positifnya. Perputaran uang selama festival masih dalam tahap penghitungan, namun harapan akan kontribusi signifikan terhadap ekonomi daerah tetap tinggi. Skala yang lebih kecil tidak mengurangi potensi dampak yang dihasilkan.
Transaksi QRIS di Banyumas Raya (Banyumas, Cilacap, Purbalingga, dan Banjarnegara) pada semester I 2025 telah menembus Rp3,26 triliun dengan lebih dari 34 juta kali transaksi. Angka ini menunjukkan pertumbuhan lebih dari 150 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Antusiasme masyarakat yang tinggi terhadap pembayaran digital menjadi bukti keberhasilan upaya digitalisasi yang terus digalakkan.
Advertisement
Sumber: AntaraNews