Dieng Culture Festival: Sudah 15 Tahun Konsisten, Kemenpar Apresiasi Fokus Budaya

Dieng Culture Festival (DCF) ke-15 kembali digelar dengan fokus pada budaya. Kemenpar mengapresiasi konsistensi DCF yang telah menjadi agenda unggulan nasional.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Dieng Culture Festival: Sudah 15 Tahun Konsisten, Kemenpar Apresiasi Fokus Budaya
Dieng Culture Festival (DCF) ke-15 kembali digelar dengan fokus pada budaya. Kemenpar mengapresiasi konsistensi DCF yang telah menjadi agenda unggulan nasional. (Merdeka.com)

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) baru-baru ini menyampaikan apresiasi tinggi terhadap konsistensi Dieng Culture Festival (DCF) yang diselenggarakan di Dataran Tinggi Dieng, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. Festival budaya tahunan ini telah terbukti menjadi agenda pariwisata unggulan di tingkat nasional. Keberlangsungan DCF selama 15 tahun menunjukkan komitmen kuat dari Pokdarwis Dieng Pandawa dan seluruh pihak terkait.

Pembukaan DCF XV yang berlangsung di Lapangan Gatotkaca, Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Banjarnegara, menjadi sorotan utama. Kepala Bidang Promosi dan Kemitraan Kemenpar, Eni Komiarti, menegaskan pentingnya festival ini bagi pariwisata Indonesia. DCF tidak hanya mempromosikan destinasi, tetapi juga memberdayakan masyarakat lokal.

Bupati Banjarnegara, Amalia Desiana, turut menyampaikan dukungannya terhadap penyelenggaraan DCF XV. Festival kali ini mengusung tema "Back to the Culture", yang menandai upaya untuk mengembalikan fokus pada nilai-nilai budaya asli Dieng. Hal ini diharapkan dapat memperkuat identitas festival sebagai acara budaya yang otentik.

Kemenpar Apresiasi Konsistensi dan Dampak Dieng Culture Festival

Kementerian Pariwisata secara konsisten memberikan apresiasi terhadap Dieng Culture Festival (DCF) sebagai salah satu event pariwisata terbaik di Indonesia. Eni Komiarti dari Kemenpar menyoroti identitas kuat yang dimiliki DCF. Festival ini berhasil menarik banyak wisatawan dan memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal.

DCF memiliki peran signifikan dalam peningkatan kunjungan wisatawan ke Dataran Tinggi Dieng. Selain itu, festival ini juga berkontribusi besar pada pemberdayaan usaha kecil mikro dan menengah (UMKM). Serta mampu membangkitkan ekonomi kreatif di wilayah sekitar Dieng.

Potensi DCF untuk menjadi acara berkelas dunia sangat besar, menurut Kemenpar. Meskipun tidak mendaftar dalam program Karisma Event Nusantara (KEN) tahun ini, DCF selalu menjadi bagian dari daftar KEN sebelumnya. Kemenpar meyakini festival ini akan kembali masuk dalam daftar KEN di masa mendatang.

Kemenpar juga mendorong sinergi melalui Gerakan Wisata Bersih (GWB) dalam setiap acara pariwisata. DCF telah menjadi contoh event yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Harapannya, DCF dapat terus ditingkatkan dan menjadi gerakan bersama untuk merawat warisan budaya Dieng.

Dieng Culture Festival XV: Kembali ke Akar Budaya

Bupati Banjarnegara, Amalia Desiana, menjelaskan bahwa penyelenggaraan DCF XV mengusung tema "Back to the Culture". Tema ini dipilih untuk memfokuskan kembali festival pada nilai-nilai kebudayaan asli Dieng. Hal ini menjadikan DCF tahun ini terlihat lebih sederhana dibandingkan edisi sebelumnya.

Salah satu gagasan yang dipertimbangkan adalah memisahkan acara musik "Jazz Atas Awan" dari rangkaian utama DCF. Pemisahan ini bertujuan untuk mengembalikan nilai-nilai budaya yang sempat tertutup oleh popularitas artis dan musisi. Bupati menekankan pentingnya fokus pada esensi budaya festival.

Bupati Amalia Desiana juga memberikan apresiasi tinggi kepada Pokdarwis Dieng Pandawa atas konsistensinya. Mereka telah menyelenggarakan DCF secara rutin selama 15 tahun. Konsistensi ini patut dicontoh, terutama saat banyak kabupaten lain belum memulai festival serupa.

Selain fokus budaya, kampanye "Dieng Bersih" juga ditekankan dalam festival ini. Kampanye ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat dan pengunjung untuk menjaga kebersihan lingkungan. Harapannya, DCF dapat terus berkembang dan kembali terdaftar dalam KEN 2026.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi