Ada SD Negeri di Pusat Kota Cuma Dapat 5 Murid di Tahun Ajaran Baru, Kok Bisa?
Kepala Sekolah SDN 1 Gedung Meneng, Mellyyani menuturkan, jika tahun ajaran 2025/2026 sekolahnya hanya mendapatkan 5 murid saja.
Bahagia dirasakan banyak siswa-siswi yang baru saja masuk di hari pertama sekolah di tahun ajaran baru 2025/2026. Banyak siswa dan siswi yang antusias mengikuti kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
Tak hanya murid, guru serta para pendidik di setiap sekolah pun merasakan kebahagiaan yang sama. Karena kedatangan murid baru dengan wajah-wajah baru dan semangat baru.
Namun rasa bahagia itu tak sepenuhnya dirasakan oleh SD Negeri 1 Gedung Meneng, Kecamatan Rajabasa, Bandar Lampung. Karena tahun ini mereka hanya mendapatkan 5 murid yang terdiri dari 3 siswa dan 2 siswi.
Tak hanya tahun ini ajaran 2025/2026 saja, namun hal ini hampir dirasakan setiap tahunnya. Meski sekolah dasar ini negeri tersebut lokasinya berada di pusat kota.
Kata Kepala Sekolah
Total tenaga pendidik mencapai 10 guru. Murid yang menutut ilmu di sekolah ini hanya 48 di semua jenjang SD. Total kelas 1 jumlah 5 orang, Kelas 2 jumlah 5 orang, Kelas 3 jumlah 7, Kelas 4 jumlah 12, Kelas 5 jumlah 9 Dan Kelas 6 jumlah 10.
Kepala Sekolah SDN 1 Gedung Meneng, Mellyyani menuturkan, jika tahun ajaran 2025/2026 sekolahnya hanya mendapatkan 5 murid saja.
"Sudah 3 tahun ini siswanya dikit, tahun ini hanya mendapatkan 5 murid,” katanya Senin (14/7).
Ia tak tahu pasti mengapa sekolahnya hanya mendapatkan sedikit murid bahkan kurang dari 10. Segala upaya seperti promosi telah dilakukan. Mulai dari membuat brosur, melalu website, mengikuti kegiatan, agar membuat nama sekolah menjadi lebih terkenal.
Namun tetap saja jumlah murid yang mendaftar tak sesuai dengan harapan.
"Saya tahunya lingkungan sini memang banyak anak kos jadi bukan penghuni asli, jadi mungkin anaknya jadi sedikit," jelas Mellyyani.
Ada Untung dan Sedihnya
Mellyyani menuturkan, padahal sekolahnya mampu menampung 28 murid tiap kelas.
"Kalau MPLSnya kendalanya murid yang tidak ada, jumlah siswa tidak sesuai ya bisanya hanya memfasilitasi. Di sini kan mayoritas orangtua bekerja jadi kita lakukan jemput bola," jelasnya.
Meski begitu, pihak sekolah telah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Kota Bandar Lampung terkait permasalahan yang yang dihadapi.
"Kami serahkan semua ke dinas pendidikan. Kita tetap bekerja secara profesional saja," ucapnya.
Mellyyani mengungkap kesedihannya karena jumlah murid yang mendaftarkan hanya sedikit. Namun hal itu tak menjadi hambatan dalam mendidik.
"Pasti sedih lihat siswanya sedikit sekali, tapi mau bagaimana lagi. Tapi sukanya ya lebih efisien dalam mengajar, dan dapat mengawasi murid dengan lebih mudah. Tapi Alhamdulillah tetap konsisten dalam mengajar," tandasnya.