Jangan Takut, Segera Laporkan Kekerasan saat MPLS di Jakarta ke Sini
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyediakan tim khusus untuk mencegah tindak kekerasan, khususnya pada MPLS. Tim khusus itu diisi oleh para guru.
Murid baru tingkat SD, SMP hingga SMA dan SMK serentak memulai hari pertama sekolah pada Senin (14/7) ini. Hari pertama sekolah ini lebih mengenalkan siswa kepada lingkungan sekolah atau Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Kegiatan MPLS ini berlangsung selama lima hari mulai Senin (14/7) sampai Jumat (18/7).
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyediakan tim khusus untuk mencegah tindak kekerasan, khususnya pada MPLS. Tim khusus itu diisi oleh para guru.
"Kalau di sekolah ada Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Satuan Pendidikan (TPPKS). Itu guru, nanti di dalamnya," kata Kepala Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) Provinsi DKI Jakarta Iin Mutmainnah saat dijumpai di kawasan Jakarta Timur, Senin (14/7), demikian dikutip Antara.
Tugas Tim Satgas
Iin mengatakan, tim tersebut ditugaskan sebagai satuan tugas (Satgas) untuk mengawasi tindak kekerasan di lingkungan sekolah.
Tak hanya itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas PPAPP juga telah mendirikan Pos Sahabat Perempuan dan Anak (SAPA) di ruang publik terpadu ramah anak (RPTRA).
Melalui pos ini, lanjut dia, masyarakat, khususnya anak-anak dapat melakukan pengaduan awal jika mengalami kekerasan baik secara fisik maupun verbal.
“Nanti kita siapkan tenaga ahli di situ untuk mendampingi atau menjangkau dari masalah pengaduan awal tadi. Kemudian baru diteruskan sesuai dengan SOP kita, sampai ke Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA),” jelas Iin.
Orantua dan Siswa Diminta Segera Lapor
Iin menjelaskan, jika aduan awal sudah diterima, proses pun akan berjalan hingga tahap akhir yakni pendampingan.
“Sampai selesai. Sampai kita akhirnya adalah apakah ini ke ranah hukum, atau ke ranah sosial, atau ke ranah misalnya dia sakit, harus dirawat ke rumah sakit, kami juga komunikasikan ke pihak rumah sakit,” kata Iin.
Lebih lanjut Iin mengatakan, selama masa MPLS, materi terkait sosialisasi anti kekerasan juga akan serentak dilakukan di seluruh sekolah Jakarta.
Salah satunya adalah di SMA Negeri 39, Jakarta Timur. Pada Senin ini, Iin pun menyempatkan diri untuk menyampaikan materi terkait anti kekerasan kepada anak-anak.
Iin berharap jika memang terdapat kasus kekerasan, sekolah dapat langsung melaporkan hal tersebut sehingga dapat diproses dan diselesaikan lebih dini.
Di sisi lain, Kepala Sekolah SMA Negeri 39 Jakarta Icuk Yunadi juga memastikan anak-anaknya tidak ada yang terlibat kekerasan terutama pada saat MPLS.
“Jika ada yang melakukan tindak kekerasan, kita proses. SOP-nya ada. Nanti, kalau sudah ada pembinaan tiga kali, baru kita diskusikan dengan dewan guru untuk mengambil keputusan,” kata Icuk.