Pemkot Cirebon Prioritaskan Penguatan Program PPA di Sekolah untuk Lingkungan Belajar Aman
Pemerintah Kota Cirebon fokus pada penguatan program Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) di lingkungan sekolah untuk Rencana Kerja 2027, guna menciptakan sistem penanganan kekerasan yang lebih terintegrasi dan responsif.
Pemerintah Kota Cirebon mengambil langkah serius dalam upaya perlindungan anak. Mereka memprioritaskan penguatan program Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) di lingkungan sekolah. Langkah ini merupakan bagian dari penyusunan Rencana Kerja Perangkat Daerah (RKPD) tahun 2027.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Kota Cirebon, Suwarso Budi Winarno, menyatakan fokus pada koordinasi. Tujuannya agar penanganan kasus kekerasan di sekolah dapat lebih terintegrasi. Hal ini disampaikannya di Cirebon pada Jumat (27/2/2026).
Prioritas ini muncul karena masih adanya kasus kekerasan anak yang belum terkoordinasi baik dengan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) PPA. Oleh karena itu, diperlukan mekanisme formal antara sekolah dan UPTD PPA. Ini untuk memastikan pelaporan dan pendampingan korban berjalan cepat dan tepat.
Mekanisme Koordinasi Penanganan Kekerasan Anak
Suwarso Budi Winarno menekankan bahwa perlindungan anak adalah amanat Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014. Oleh karena itu, sekolah memiliki tanggung jawab besar dalam pencegahan dan penanganan kekerasan. Penguatan program PPA di sekolah Cirebon menjadi krusial.
Salah satu rekomendasi penting adalah penyusunan standar operasional prosedur (SOP) pelaporan kasus kekerasan di sekolah. SOP ini harus terintegrasi dengan pemerintah daerah. Tujuannya agar setiap kasus dapat ditangani secara sistematis dan terukur.
Selain itu, optimalisasi pendampingan psikologis dan medis bagi korban juga menjadi perhatian utama. Pemulihan anak korban kekerasan harus dilakukan secara komprehensif. Ini memastikan dukungan penuh bagi mereka yang membutuhkan.
Peran Pendidik dan Komunitas dalam Deteksi Dini
Forum Anak Kota Cirebon turut menyuarakan pentingnya edukasi bagi guru dan tenaga kependidikan. Edukasi ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan deteksi dini kekerasan pada anak. Pendidik adalah garda terdepan dalam mengidentifikasi tanda-tanda awal.
Peningkatan kapasitas pendidik sangat esensial. Dengan demikian, tanda-tanda kekerasan dapat dikenali lebih awal. Laporan dapat segera disampaikan kepada pihak berwenang. Ini akan mempercepat proses penanganan.
Aspirasi dari orang tua juga diterima oleh DP3APPKB. Mereka menilai koordinasi penanganan kasus di sekolah masih perlu diperkuat. Kolaborasi erat antara semua pihak menjadi kunci utama.
Menuju Lingkungan Belajar yang Aman dan Ramah Anak
Melalui langkah-langkah strategis ini, DP3APPKB menargetkan sistem PPA yang lebih responsif. Sistem ini juga diharapkan terkoordinasi dengan baik pada tahun 2027. Ini adalah bagian dari komitmen Pemkot Cirebon.
Kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan pemerintah daerah menjadi kunci utama. Tujuannya adalah menciptakan lingkungan belajar yang aman. Lingkungan tersebut juga harus ramah anak. Ini akan mendukung tumbuh kembang optimal setiap siswa.
Penguatan program PPA di sekolah Cirebon bukan hanya tentang penanganan kasus. Ini juga tentang pencegahan dan edukasi berkelanjutan. Semua pihak harus berperan aktif dalam mewujudkan tujuan ini.
Sumber: AntaraNews