500.000 Lebih Unit Kendaraan Hilir Mudik di Kota Bandung saat Malam Natal 2025
Arus hilir-mudik kendaraan ini bakal berlangsung hingga akhir pekan, sehubung dengan adanya pergerakan pariwisata di masa libur panjang
Sebanyak 524.060 unit terpantau memasuki wilayah Kota Bandung di malam Natal 2025 yang jatuh pada Rabu (24/12). Sementara itu, sebanyak 428.163 terpantau keluar daerah Kota Kembang.
Hal tersebut disampaikan oleh Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Hendra Rochmawan saat dijumpai di wartawan di Command Centre Satlantas Polrestabes Bandung.
“Real time kami di sini diperlihatkan bahwa untuk total kendaraan masuk itu grafiknya tertinggi mencapai 524.060 kendaraan. Tetapi untuk kendaraan keluar dari kota ini ternyata tidak terlalu jauh ya, yaitu mencapai 428.163 kendaraan,” ujar Hendra.
Ia memprediksi arus hilir-mudik kendaraan ini bakal berlangsung hingga akhir pekan, sehubung dengan adanya pergerakan pariwisata di masa libur panjang sekolah dan cuti bersama Natal dan tahun baru ini.
Kendati begitu, memastikan pihak kepolisian telah menyiapkan sejumlah skema antisipasi penanganan terhadap potensi kepadatan dalam gelaran Operasi Lilin Lodaya 2025.
Personel disebar di sejumlah titik keramaian, seperti mal hingga destinasi wisata. Itu juga untuk menjaga keamanan dan kondusivitas di tengah masyarakat, tak hanya kota Bandung, tapi seluruh wilayah hukum Polda Jawa Barat.
Tak hanya di jalan-jalan raya, Hendra menyebut ribuan personel pun dikerahkan untuk mengawal berlangsungnya ibadah natal di gereja-gereja. Itu termasuk langkah mitigasi yang dilakukan oleh tim Jibom Brimob Polda Jabar lewat sterilisasi.
Hasilnya, hingga saat ini berlangsungnya malam Natal dipastikan aman dan kondusif.
“Kejadian menonjol saat ini belum ada ya, baik itu yang sifatnya lokal maupun juga kejadian yang di beberapa tempat yang tadi kita amankan, tempat wisata, dan ibadah,” tuturnya.
Masyarakat Diminta Waspada
Hendra pun mengimbau masyarakat senantiasa waspada terutama saat berkendara. Terlebih, di akhir tahun ini, cuaca ekstrem mengintai wilayah Jawa Barat.
“BMKG sudah berulang-ulang kali menyampaikan, semua instansi sudah menyampaikan himbauan itu, sehingga untuk para pelaut ini melihat situasi cuaca yang sangat penting, karena pergerakan tropis ini sangat cepat sekali,” ujar dia.
Sebelumnya, Wakapolda Jabar Brigjen Pol Adi Vivid Agustiadi Bachtiar, telah memetakan titik-titik rawan kepadatan dan menyiapkan berbagai skema rekayasa lalu lintas, seperti one way, ganjil-genap, contraflow, hingga pengalihan arus secara situasional.
Langkah ini dilakukan agar potensi kepadatan dan gangguan keamanan selama periode Nataru dapat ditekan, sekaligus memastikan masyarakat dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman.
Operasi Lilin Lodaya 2025 dilaksanakan secara menyeluruh, mulai dari tingkat Polda hingga Polres. Khusus di wilayah Jawa Barat, sebanyak sekitar 25.000 personel dikerahkan, terdiri dari 15.000 anggota Polri, 2.000 personel TNI, serta 8.000 personel dari instansi terkait.
Untuk mendukung pengamanan dan pelayanan masyarakat, Polda Jabar menyiapkan total 304 pos yang tersebar di berbagai titik. Rinciannya, 216 pos pelayanan, 63 pos pengamanan, dan 25 pos terpadu.
Adi Vivid menjelaskan, Operasi Lilin Lodaya merupakan rangkaian kegiatan yang telah dipersiapkan sejak jauh hari. Kapolda Jawa Barat bahkan telah melakukan peninjauan ke sejumlah wilayah sejak dua pekan lalu untuk memetakan potensi permasalahan.
Selain itu, Polda Jabar juga menggelar rapat lintas sektoral bersama para pemangku kepentingan guna menyerap masukan sekaligus memastikan kesiapan instansi terkait. Rangkaian tersebut dilanjutkan dengan latihan pra-operasi internal kepolisian sebelum akhirnya ditutup dengan apel kesiapan.
“Jadi dengan dilaksanakannya apel kesiapan atau apel operasi Lilin Lodaya 2025, kami nyatakan polda Jawa Barat berserta jajarannya didukung dengan TNI, didukung dengan instansi terkait, siap melaksanakan pelayanan perayaan Natal 2025 dan pergantian tahun baru 2026,” pungkas dia.