30 Relawan dari Berbagai Profesi! Bakamla Kupang Perkuat Relawan Penjaga Laut (Rapala) Demi Keamanan dan Kesejahteraan Pesisir
Bakamla Kupang memperkuat peran Relawan Penjaga Laut (Rapala) melalui pembinaan intensif. Simak bagaimana kolaborasi ini tidak hanya menjaga keamanan laut, tetapi juga meningkatkan ekonomi masyarakat pesisir!
Bakamla Kupang secara aktif memperkuat peran Relawan Penjaga Laut (Rapala) di Nusa Tenggara Timur. Langkah ini diambil untuk mengoptimalkan kolaborasi dalam menjaga keamanan maritim serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir di wilayah tersebut. Pembinaan intensif telah diselenggarakan bagi para relawan.
Kepala Stasiun Bakamla Kupang, Mayor Bakamla Yeanry M. Olang, menyatakan pentingnya pembinaan ini. Ia menekankan bahwa Rapala sangat berperan dalam mendukung tugas Bakamla RI. Pembinaan bertujuan untuk meningkatkan sinergi dan kapasitas para anggota.
Pembinaan tersebut dilaksanakan di Kupang pada Kamis, 26 September, dan dibagi menjadi beberapa sesi. Sesi-sesi ini mencakup berbagai aspek penting yang relevan dengan tugas dan fungsi relawan. Tujuannya adalah memberikan pemahaman komprehensif kepada para anggota Rapala.
Meningkatkan Kapasitas Hukum dan Ekonomi Relawan Penjaga Laut
Pembinaan yang diberikan kepada Relawan Penjaga Laut mencakup aspek hukum yang krusial. Pada sesi pertama, anggota Rapala mendapatkan materi mengenai hukum paralegal. Materi ini disampaikan oleh pemateri dari Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM NTT.
Mayor Yeanry Olang menjelaskan tujuan dari sesi hukum ini. Ia berharap anggota Rapala dapat memahami hukum dasar di masyarakat. Mereka diharapkan mampu menjadi paralegal yang dapat melakukan mediasi serta penyelesaian konflik secara lokal.
Selain aspek hukum, pembinaan juga menyentuh potensi ekonomi masyarakat pesisir. Sesi kedua berfokus pada langkah-langkah strategis pengurusan perizinan. Topik ini berkaitan dengan hasil olahan laut dan dibawakan oleh Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Kupang.
Pentingnya sesi ini ditekankan untuk pemanfaatan hasil laut lebih lanjut. Tujuannya adalah meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat pesisir. Bakamla Kupang memandang bahwa dukungan ekonomi ini sama pentingnya dengan pengawasan laut.
Optimalisasi Peran dan Tanggung Jawab Relawan Penjaga Laut
Sesi ketiga pembinaan secara spesifik mengoptimalkan peran Relawan Penjaga Laut. Materi ini membahas tugas, fungsi, kewajiban, dan hak-hak yang dimiliki oleh para relawan. Pemahaman ini penting untuk efektivitas kerja Rapala di lapangan.
Mayor Yeanry menjelaskan bahwa Rapala memiliki tugas vital. Mereka membantu melaksanakan pengawasan keamanan laut dan menjalankan tugas keselamatan laut. Selain itu, mereka juga mendukung perlindungan lingkungan laut.
Di Kupang, terdapat 30 anggota Rapala dengan latar belakang profesi yang beragam. Mereka berasal dari nelayan, swasta, wiraswasta, dosen, buruh, hingga mahasiswa. Keberagaman ini menunjukkan partisipasi luas dari masyarakat.
Melalui kegiatan pembinaan ini, Bakamla Kupang berharap Rapala dapat menjalin kolaborasi erat. Mereka diharapkan bersinergi dengan pemerintah dan pihak lain. Tujuannya adalah meningkatkan perlindungan dan pelestarian lingkungan laut secara berkelanjutan.
Kegiatan pembinaan ini juga diharapkan dapat membangun kesadaran dan partisipasi masyarakat luas. Transfer ilmu dari peserta kepada lingkungan sekitarnya menjadi kunci. Ini akan menciptakan efek domino positif bagi keamanan dan keberlanjutan laut.
Sumber: AntaraNews