3 Kecelakaan Paling Menonjol Arus Mudik Lebaran 2026 di Tol Trans Jawa
3 kecelakaan di ruas tol trans jawa ini menjadi sorotan banyak pihak.
Direktorat Lalu Lintas Polda Jawa Tengah menyoroti tiga kecelakaan di ruas tol Trans Jawa selama arus arus mudik Lebaran 2026.
Insiden paling menonjol kecelakaan yang menyebabkan satu rombongan pemudik meninggal dunia di Tol Pejagan - Pemalang KM 290+700 Jalur B.
Direktur Lalu Lintas Polda Jateng, Kombes Pol Pratama Adhyasastra, mengatakan banyak faktor yang menyebabkan kecelakaan itu terjadi selama mudik lebaran 2026. Bisa dari faktor manusia itu sendiri (human error), kendaraannya.
"Sudah ada tiga kejadian kecelakan di ruas Tol Trans Jawa. Yang paling menonjol di Pejagan–Pemalang karena jumlah korbannya banyak,” kata Pratama Adhyasastra di Pospam Simpang Lima Semarang, Kamis (26/3) dini hari.
Dia menyebut kecelakaan pertama terjadi di ruas Tol Pejagan–Pemalang KM 259.300 A, Desa Banjaratma, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes, Selasa 17 Maret 2026. Kejadian itu melibatkan bus PO Zentrum dan mobil pikap, dengan satu orang meninggal dunia serta 33 lainnya mengalami luka-luka.
"Ada kecelakaan di tol Pejagan awal pelaksanaan one way. Dimana mobil mogok ditabrak bus yang sedang lewat,” ungkapnya.
Kecelakaan kedua terjadi di KM 290+700 Jalur B, Desa Harjasari, Kecamatan Suradadi, Kabupaten Tegal, Kamis 19 Maret 2026 pukul 06.20 WIB.
Satu unit mobil Toyota Calya yang membawa rombongan pemudik dari Jakarta menabrak bus yang berhenti di bahu jalan. Seluruh lima penumpang mobil tersebut meninggal dunia.
Di hari yang sama, kecelakaan ketiga terjadi melibatkan bus dan mobil Mitsubishi Xpander, menyebabkan dua orang luka berat dan dua lainnya luka ringan di Tol Batang–Semarang KM 368 A arah Semarang.
Ingatkan Pemudik
Dia mengingatkan pemudik agar tidak memaksakan perjalanan saat kondisi tubuh lelah. Kondisi kelelahan dapat memicu microsleep yang berisiko tinggi menyebabkan kecelakaan.
"Kalau lelah, istirahat di rest area terdekat. Jangan dipaksakan karena bisa berbahaya,” jelasnya.
Kakorlantas Polri, Irjen Pol Agus Suryonugroho mengatakan secara umum angka kecelakaan selama Operasi Ketupat 2026 mengalami penurunan.
Tingkat fatalitas korban kecelakaan tercatat turun hingga 30,89 persen, sementara jumlah kejadian kecelakaan menurun 5,75 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
"Operasi Ketupat adalah operasi kemanusiaan. Negara hadir untuk memastikan perjalanan mudik dan balik berjalan aman dan nyaman,” kata dia.
Meskipun Operasi Ketupat 2026 telah resmi ditutup, Polri masih menyiagakan personel melalui Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) hingga 29 Maret 2026 untuk mengantisipasi arus balik Lebaran.