Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto mengumumkan peningkatan drastis kasus kecelakaan lalu lintas selama Operasi Ketupat Semeru 2026. Sebanyak 750 kasus tercatat di wilayahnya, menunjukkan kenaikan 78 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Pernyataan ini disampaikan Kapolda Jatim saat memantau arus balik H+5 Lebaran 2026 di jalur pantura Situbondo, Jawa Timur, pada Jumat. Peningkatan angka kecelakaan ini terjadi di seluruh wilayah Jawa Timur, bertepatan dengan periode puncak arus mudik dan balik Lebaran.
Meskipun demikian, Irjen Pol Nanang Avianto menjelaskan bahwa kenaikan kasus kecelakaan lalu lintas ini seimbang dengan peningkatan pergerakan arus mudik dan balik Lebaran tahun ini. Secara umum, pergerakan arus di wilayah Jawa Timur mengalami peningkatan sekitar 18 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Advertisement
Advertisement
Peningkatan Kecelakaan dan Korelasinya dengan Arus Lalu Lintas
Irjen Pol Nanang Avianto mengungkapkan bahwa jumlah kasus kecelakaan lalu lintas di Jawa Timur selama Operasi Ketupat Semeru 2026 mencapai 750 kasus. Angka ini menandai kenaikan signifikan sebesar 78 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Meskipun terjadi peningkatan kasus kecelakaan, Kapolda Jatim menekankan bahwa hal tersebut seimbang dengan lonjakan pergerakan arus mudik dan balik Lebaran. Tercatat peningkatan pergerakan arus mencapai 18 persen di seluruh wilayah Jawa Timur.
Kenaikan volume kendaraan yang melintas di jalan-jalan provinsi dan nasional menjadi faktor dominan. Intensitas perjalanan yang tinggi selama masa libur Lebaran secara langsung berkontribusi pada potensi insiden di jalan raya.
Advertisement
Advertisement
Imbauan Keselamatan dan Fasilitas Istirahat
Dalam kesempatan pemantauan di jalur pantura Situbondo, Kapolda Jatim mengimbau seluruh pengendara untuk mematuhi peraturan lalu lintas. Disiplin berlalu lintas menjadi kunci utama dalam menekan angka kecelakaan.
Pengendara juga diminta untuk tidak memaksakan diri dan memanfaatkan tempat peristirahatan yang telah disediakan. Pos pelayanan, pos pengamanan, dan pos terpadu tersedia di sepanjang jalur pantura serta jalur lainnya di Jawa Timur.
Fasilitas istirahat ini dirancang untuk memastikan perjalanan mudik dan balik Lebaran benar-benar nyaman serta aman sampai tujuan. Baik pengendara roda dua maupun roda empat bisa beristirahat sejenak untuk memulihkan kondisi fisik.
Advertisement
Advertisement
Kelancaran Arus Balik dan Peran Infrastruktur Baru
Kapolda Nanang Avianto memperkirakan bahwa arus balik Lebaran saat ini menyisakan sekitar 30 persen pergerakan kendaraan. Imbauan sebelumnya agar masyarakat tidak kembali secara bersamaan terbukti efektif mengurangi penumpukan.
Secara keseluruhan, pemantauan dari udara menunjukkan kelancaran arus lalu lintas baik di jalur tol maupun nasional. Kapolda Jatim memastikan anggota kepolisian masih bersiaga penuh untuk pengamanan di berbagai titik strategis.
Difungsikannya pintu tol Prosiwangi (Probolinggo-Situbondo-Banyuwangi) di Situbondo barat sangat membantu kelancaran arus mudik dan balik Lebaran tahun ini. Infrastruktur baru ini berperan penting dalam mengurai kepadatan lalu lintas.
Advertisement
Sumber: AntaraNews