Polri Sebut Arus Mudik Lebaran Masih Berlanjut Hingga H+1 Idul Fitri
Meskipun Lebaran telah tiba, Polri mencatat Arus Mudik Lebaran masih berlangsung hingga H+1, dengan jutaan kendaraan keluar Jakarta dan imbauan keselamatan terus digaungkan untuk kelancaran perjalanan.
Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mencatat bahwa Arus Mudik Lebaran 2026 masih berlangsung secara signifikan hingga H+1 Hari Raya Idul Fitri, Minggu (22/3). Fenomena ini menunjukkan bahwa mobilitas masyarakat pasca-Lebaran masih sangat tinggi, dengan jutaan kendaraan terus bergerak meninggalkan Ibu Kota. Kondisi lalu lintas yang ramai ini menuntut kewaspadaan ekstra dari seluruh pengguna jalan demi keselamatan bersama.
Juru Bicara Satgas Humas Operasi Ketupat 2026, Komisaris Besar Polisi Marupa Sagala, mengonfirmasi bahwa sebanyak 2.007.253 kendaraan telah keluar dari Jakarta. Angka tersebut merepresentasikan sekitar 56,9 persen dari total proyeksi kendaraan yang akan mudik, dan diperkirakan akan terus bertambah sepanjang hari Minggu. Polri terus melakukan pemantauan intensif untuk mengelola pergerakan arus lalu lintas yang dinamis ini.
Di tengah tingginya volume kendaraan yang bergerak, Polri juga melaporkan adanya sejumlah insiden kecelakaan lalu lintas selama periode Operasi Ketupat 2026. Oleh karena itu, masyarakat diimbau keras untuk selalu memprioritaskan keselamatan diri dan orang lain saat berkendara. Pengaturan waktu perjalanan arus balik menjadi salah satu kunci penting untuk menghindari penumpukan kendaraan di jalan raya.
Data Terkini Arus Mudik dan Insiden Lalu Lintas
Hingga Minggu (22/3), atau H+1 Idul Fitri, data dari Kepolisian Republik Indonesia menunjukkan bahwa Arus Mudik Lebaran masih menunjukkan pergerakan yang substansial. Lebih dari dua juta kendaraan telah tercatat meninggalkan wilayah Jakarta, sebuah angka yang mengindikasikan bahwa sebagian besar pemudik belum memulai perjalanan kembali ke Ibu Kota. Komisaris Besar Polisi Marupa Sagala memprediksi bahwa jumlah ini akan terus meningkat hingga akhir hari ini, mencerminkan puncak mobilitas pasca-Lebaran. Data ini menjadi dasar penting bagi strategi pengaturan lalu lintas yang diterapkan oleh kepolisian.
Di balik tingginya angka pergerakan kendaraan, terdapat pula catatan kelam mengenai insiden kecelakaan lalu lintas. Selama berlangsungnya Operasi Ketupat 2026, sebanyak 292 kejadian kecelakaan telah dilaporkan. Insiden-insiden ini mengakibatkan delapan orang meninggal dunia, menunjukkan tingkat fatalitas yang serius. Selain itu, 60 orang mengalami luka berat dan 489 orang lainnya menderita luka ringan, menambah daftar korban di jalan raya.
Kerugian materiil yang ditimbulkan dari seluruh kecelakaan tersebut juga tidak sedikit, diperkirakan mencapai lebih dari Rp206 juta. Angka-angka ini menjadi peringatan keras bagi seluruh masyarakat yang masih dalam perjalanan atau berencana untuk melakukan perjalanan. Pentingnya kesadaran akan keselamatan berkendara harus menjadi prioritas utama, terutama saat kondisi jalan padat dan risiko kelelahan meningkat. Polri terus berkomitmen untuk menekan angka kecelakaan dan memastikan kelancaran Arus Mudik Lebaran ini.
Imbauan Keselamatan dan Strategi Pengaturan Arus Balik
Dalam upaya mengantisipasi potensi peningkatan kecelakaan dan kemacetan lalu lintas, Komisaris Besar Polisi Marupa Sagala menyampaikan imbauan yang sangat penting kepada masyarakat. Beliau secara khusus menekankan agar para pengendara selalu berhati-hati, terutama ketika menuju destinasi wisata air seperti pantai, sungai, atau kolam renang. Keselamatan pribadi dan keluarga harus menjadi pertimbangan utama yang tidak boleh diabaikan, baik saat di perjalanan maupun ketika tiba di lokasi tujuan.
Selain itu, Polri juga mengajak seluruh masyarakat untuk merencanakan dan mengatur strategi perjalanan arus balik mereka. Tujuannya adalah untuk menghindari penumpukan kendaraan yang berlebihan pada satu waktu puncak, yang seringkali menyebabkan kemacetan parah. Salah satu solusi efektif yang disarankan adalah dengan memanfaatkan kebijakan bekerja dari mana saja (Work From Anywhere/WFA) yang telah diberlakukan oleh pemerintah. Kebijakan WFA ini memungkinkan fleksibilitas bagi pemudik untuk melakukan perjalanan arus balik secara bertahap, mengurangi konsentrasi kendaraan di jalan.
Pemerintah juga telah menyediakan stimulus tambahan berupa diskon tarif tol yang dapat dimanfaatkan oleh para pemudik. Diskon ini dijadwalkan berlaku pada tanggal 26 hingga 27 Maret 2026, menawarkan kesempatan bagi masyarakat untuk mengatur perjalanan mereka. Dengan memanfaatkan diskon tol ini, perjalanan tidak hanya menjadi lebih efisien dari segi biaya, tetapi juga berkontribusi pada pengurangan kepadatan di jalan tol pada waktu-waktu sibuk. Polri berharap seluruh rangkaian Arus Mudik Lebaran dan arus balik dapat berjalan dengan aman, lancar, serta minim insiden.
Sumber: AntaraNews