Pemprov Sulsel Hidupkan Kembali Penerbangan Makassar-Selayar, Dorong Wisata dan Ekonomi
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) kembali mengaktifkan rute Penerbangan Makassar-Selayar dengan subsidi, membuka konektivitas wilayah dan mendorong potensi pariwisata serta ekonomi Kepulauan Selayar.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) secara resmi menghadirkan kembali rute Penerbangan Makassar-Selayar. Program ini dijalankan melalui skema subsidi untuk mengatasi tingginya harga tiket dan minimnya jumlah penumpang yang sempat menyebabkan rute ini terhenti. Langkah strategis ini bertujuan untuk meningkatkan konektivitas antar wilayah di Sulawesi Selatan.
Kerja sama dengan maskapai Fly Jaya Air memungkinkan frekuensi penerbangan sebanyak tiga kali dalam sepekan. Kebijakan ini diharapkan dapat menjadi katalisator bagi pertumbuhan sektor pariwisata dan perputaran ekonomi di Kepulauan Selayar. Inisiatif ini juga bertepatan dengan momentum arus mudik dan balik Lebaran 2026, memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Sulawesi Selatan, Andi Munawir, menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya Pemprov Sulsel untuk mendukung mobilitas warga. Manfaat dari subsidi Penerbangan Makassar-Selayar ini telah dirasakan langsung oleh sejumlah penumpang yang melakukan perjalanan. Mereka mengungkapkan kemudahan akses dan biaya yang lebih terjangkau.
Manfaat Subsidi Penerbangan Makassar-Selayar bagi Masyarakat
Program subsidi Penerbangan Makassar-Selayar ini terbukti sangat membantu masyarakat, terutama dalam hal efisiensi biaya perjalanan. Lilies Anggarwati Astuti, salah satu penumpang, mengungkapkan bahwa ia hanya mengeluarkan sekitar Rp2 juta untuk lima orang saat keberangkatan mudik ke Selayar. Angka ini jauh lebih murah dibandingkan biaya perjalanan ke destinasi wisata lain.
Sebelumnya, harga tiket untuk rute ini bisa mencapai Rp700 ribu hingga Rp1 juta. Namun, dengan adanya subsidi, harga tiket kini berada di kisaran Rp300 ribu sampai Rp400 ribu, menjadikannya lebih terjangkau. Ahmad Hidayah, warga Makassar yang sering bepergian ke Selayar untuk urusan pekerjaan, sangat terbantu dengan penurunan harga ini.
Kemudahan akses dan biaya yang lebih murah ini juga dirasakan oleh Fathia, yang memanfaatkan penerbangan subsidi untuk kembali bekerja di Selayar setelah mudik di Makassar. Ia menyatakan bahwa mobilitas masyarakat menjadi jauh lebih mudah dan cepat. Perbedaan sebelum dan sesudah adanya penerbangan subsidi ini sangat signifikan.
Potensi Wisata dan Harapan Pengembangan Selayar
Selain memberikan manfaat langsung bagi mobilitas dan biaya, program Penerbangan Makassar-Selayar ini juga membuka potensi besar bagi pengembangan pariwisata Selayar. Lilies Anggarwati Astuti melihat potensi wisata Selayar yang sangat besar untuk berkembang, bahkan berani menyandingkannya dengan Bali. Ia menyebut telah mengunjungi Pantai Pinang dan melakukan aktivitas snorkeling serta diving.
Banyak wisatawan asing yang juga terlihat menikmati keindahan alam Selayar, menunjukkan daya tarik globalnya. Lilies berpendapat bahwa jika fasilitas pariwisata dilengkapi dan akses jalan diperbaiki, Selayar bisa menjadi destinasi nomor dua setelah Bali. Hal ini menggarisbawahi pentingnya infrastruktur pendukung untuk memaksimalkan potensi tersebut.
Masyarakat berharap program subsidi ini dapat dipertahankan dan bahkan ditingkatkan frekuensinya di masa mendatang. Ahmad Hidayah juga menyarankan agar akses transportasi lanjutan dari bandara ke pusat Kota Benteng dan sekitarnya bisa lebih terhubung. Station Representative Fly Jaya Air untuk wilayah Ujung Pandang (Makassar), Syarir, menyampaikan apresiasi atas program subsidi ini, menandakan dukungan dari pihak operator.
Sumber: AntaraNews