Korlantas Polri Imbau Pemudik Manfaatkan Rest Area Demi Keselamatan Mudik
Korlantas Polri mengingatkan pemudik untuk beristirahat di rest area guna mencegah kecelakaan lalu lintas. Prioritaskan keselamatan mudik Anda dengan tidak memaksakan diri di jalan.
Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri mengimbau seluruh pemudik agar memanfaatkan rest area untuk beristirahat. Imbauan ini disampaikan guna mencegah terjadinya kasus kecelakaan lalu lintas (lakalantas) selama periode mudik Lebaran.
Direktur Penegakan Hukum (Dirgakkum) Korlantas Polri Brigjen Pol. Faizal menyampaikan imbauan tersebut di Command Center KM 92, Bekasi, Jawa Barat, pada Minggu dini hari, 15 Maret. Langkah ini diambil menyusul adanya peningkatan kasus lakalantas pada hari kedua Operasi Ketupat 2026.
Faizal menekankan pentingnya bagi pemudik untuk tidak memaksakan diri dan menjaga emosi saat berkendara. Ia juga menyebutkan bahwa seluruh Polda telah mendirikan pos pengamanan dan pos pelayanan terpadu di rest area, baik di jalur tol maupun arteri, yang dapat dimanfaatkan pemudik untuk beristirahat.
Pentingnya Istirahat di Rest Area untuk Keselamatan Mudik
Brigjen Pol. Faizal menegaskan bahwa pemanfaatan rest area sangat krusial dalam menjaga keselamatan mudik. Pemudik diimbau untuk tidak memaksakan diri melanjutkan perjalanan jika merasa lelah atau mengantuk, serta menjaga emosi selama perjalanan panjang.
Rest area, baik yang berada di jalur tol maupun jalan arteri, telah disediakan sebagai tempat istirahat yang aman dan nyaman. Fasilitas ini merupakan upaya nyata dari kepolisian untuk menekan angka kecelakaan yang seringkali disebabkan oleh faktor kelelahan pengemudi.
Seluruh jajaran Polda di Indonesia telah mengoptimalkan fasilitas di setiap rest area dengan mendirikan pos pengamanan dan pos pelayanan terpadu. Pos-pos ini siap melayani berbagai kebutuhan pemudik yang ingin beristirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan.
Data Kecelakaan dan Fokus Mitigasi di Jawa Timur
Korlantas Polri mencatat adanya peningkatan kasus lakalantas sebesar 4,8 persen pada hari kedua Operasi Ketupat 2026. Angka ini dibandingkan dengan periode yang sama pada Operasi Ketupat 2025, menunjukkan perlunya kewaspadaan lebih tinggi.
Meskipun demikian, terdapat kabar baik di mana tingkat fatalitas atau jumlah korban meninggal dunia mengalami penurunan signifikan. Penurunan ini mencapai sekitar 45 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat untuk lebih berhati-hati mulai meningkat.
Jenderal polisi bintang satu itu mengungkapkan bahwa Jawa Timur menjadi wilayah penyumbang kasus lakalantas terbanyak selama periode tersebut. Menyikapi hal ini, pihaknya telah melakukan intervensi agar Polantas di Jawa Timur segera melakukan mitigasi.
Intervensi ini dianggap penting mengingat jumlah pemudik yang akan mengarah ke wilayah timur masih cukup banyak. Upaya mitigasi diharapkan dapat menekan angka kecelakaan di wilayah tersebut secara efektif.
Strategi Korlantas Polri untuk Menjaga Keselamatan Mudik
Untuk memastikan keselamatan mudik, Brigjen Pol. Faizal mengingatkan seluruh anggota di lapangan untuk meningkatkan patroli. Patroli dilakukan secara intensif, baik di jalan tol, jalan arteri, maupun di tempat-tempat yang rawan lakalantas.
Selain peningkatan patroli, anggota juga diminta untuk aktif memberikan imbauan kepada masyarakat agar tetap berhati-hati. Pesan utama yang disampaikan adalah pentingnya mengutamakan keselamatan selama perjalanan mudik.
Faizal menekankan bahwa keselamatan adalah yang paling utama dalam pelaksanaan mudik dan balik. Sinergi antara petugas di lapangan dan kesadaran tinggi dari para pemudik menjadi kunci sukses perjalanan yang aman dan lancar.
Upaya preventif ini diharapkan dapat menciptakan perjalanan mudik yang minim insiden dan nyaman bagi semua pihak. Semua elemen masyarakat diajak berperan aktif dalam mewujudkan keselamatan mudik bersama.
Sumber: AntaraNews