Target Bangun 800 Unit Rumah Subsidi, BTN Siap Majukan Ekonomi NTT
Dengan potensi sektor perumahan yang tinggi dan didukung program Perumahan Nasional, BTN Kupang diharapkan mampu mempercepat penyaluran KPR.
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk resmi membuka gedung baru Kantor Cabang Kupang yang berlokasi di Jalan El Tari 1, Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (9/7). Relokasi dari gedung sebelumnya tersebut, menandai komitmen penuh BTN untuk memperluas layanan perbankan dan perannya dalam mendorong pembiayaan perumahan rakyat di kawasan Indonesia Timur.
Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu mengatakan, NTT merupakan salah satu wilayah potensial sejalan dengan besarnya kebutuhan pembiayaan perumahan dan pertumbuhan sektor konstruksi serta real estat yang tinggi. Hingga kini, angka kebutuhan rumah (backlog) di NTT mencapai 90.500 unit.
"Relokasi BTN Kantor Cabang Kupang ke lokasi baru ini adalah simbol harapan dan optimisme kami terhadap pertumbuhan ekonomi dan perumahan di NTT," kata Nixon dalam Acara Peresmian Gedung Baru BTN KC Kupang, Rabu (9/7).
Dengan potensi sektor perumahan yang tinggi dan didukung program Perumahan Nasional, BTN Kupang diharapkan mampu mempercepat penyaluran KPR dan mendekatkan layanan perbankan kepada masyarakat.
Nixon menjelaskan, gedung baru BTN Kantor Cabang Kupang terdiri atas empat lantai dan total luas mencapai 4.000 meter persegi. Kantor tersebut akan menjadi koordinator berbagai jaringan kantor BTN di NTT.
"Perumahan menjadi salah satu sektor yang memiliki dampak besar bagi perekonomian. Satu rumah butuh lima orang tukang dan bahan dasar pembangunan rumah itu 90 persen menggunakan bahan baku lokal, sehingga pertumbuhan sektor perumahan di NTT akan mendukung peningkatan ekonomi provinsi ini," jelasnya.
Target Bangun 800 Unit Rumah Subsidi
BTN Kantor Cabang Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), menargetkan akan membangun 800 unit rumah bersubsidi di tahun 2025. Di bulan Januari hingga Juni, PT BTN telah menyelesaikan pembangunan 320 unit rumah bersubsidi, bagi masyarakat yang berpenghasilan rendah (MBR).
Branch Manager PT BTN Cabang Kupang, Hans Maruahal Hutasoit mengatakan, dalam rentang waktu kuartal ketiga nanti, pihaknya akan menyalurkan sebanyak 200 unit rumah lagi. Pada tahun 2024 lalu BTN Cabang Kupang diberi target sebanyak 420-an unit rumah subsidi, dan telah terbangun semua di seluruh NTT.
"Jika dibandingkan dengan tahun 2024, target rumah yang diberikan pada tahun 2025 naik hampir 100 persen," jelas Hans Maruahal Hutasoit.
Menurut Hans Maruahal Hutasoit, perkembangan pembangunan rumah subsidi yang ditangani oleh Bank BTN khususnya Cabang Kupang kemungkinan jumlahnya lebih dari yang ditargetkan oleh pusat.
"Kita perkirakan kemungkinan tahun ini bisa melebihi target dan untuk NTT rumah bersubsidi terbanyak berada di Kota Kupang," tambahnya.
Kebutuhan Rumah NTT
Potensi sektor perumahan di NTT tergambar jelas dalam data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTT. Pada akhir 2024, sektor konstruksi dan real estat yang menopang bisnis perumahan di NTT menghasilkan nilai total barang dan jasa sebesar masing-masing Rp13,96 triliun dan Rp3,41 triliun.
Di periode yang sama, sektor konstruksi menyumbang 10,17 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) NTT, sementara real estat berkontribusi sebesar 2,49 persen.
Sementara itu, per Maret 2025, BTN Kupang mencatat kinerja positif dengan total aset sebesar Rp813 miliar atau tumbuh 3,94 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).
Kantor cabang dengan nasabah sebanyak 38 ribu ini telah menyalurkan kredit senilai Rp819 miliar atau tumbuh 4,44 persen yoy.
Penyaluran kredit tersebut menopang pertumbuhan laba BTN KC Kupang menjadi sekitar Rp8 miliar atau melesat 53,97 persen yoy.