Hyundai Siapkan Mobil Listrik Super Irit Daya, Tembus 965 Km Sekali Cas
Hyundai Motor Company tengah mempersiapkan inovasi besar. Mereka akan meluncurkan mobil listrik super irit daya yang diklaim tembus 965 km sekali cas.
Hyundai Motor Company, pabrikan otomotif terkemuka asal Korea Selatan, tengah menggarap terobosan signifikan dalam industri kendaraan listrik. Perusahaan ini berencana meluncurkan kategori kendaraan listrik baru yang disebut Extended Range EVs (EREVs).
Model EREVs ini ditargetkan mampu menempuh jarak lebih dari 960 kilometer atau setara 600 mil dengan sekali pengisian daya penuh. Ambisi besar ini diharapkan dapat terwujud pada tahun 2027 mendatang, menandai era baru elektrifikasi.
Langkah strategis Hyundai ini bertujuan untuk mengatasi kekhawatiran utama konsumen terkait jarak tempuh mobil listrik. Dengan jangkauan sejauh ini, Hyundai berpotensi mengubah peta persaingan pasar kendaraan listrik global secara drastis.
Ambisi Hyundai Mencapai Jangkauan 965 Km
Klaim mengenai kemampuan jelajah hingga 965 kilometer ini bukan sekadar wacana, melainkan bagian dari strategi elektrifikasi Hyundai. Berbagai laporan media, termasuk Liputan6.com dan Gaadiwaadi.com, telah mengonfirmasi rencana ambisius ini.
Pada acara CEO Investor Day pertama di luar Korea, Hyundai secara resmi mengungkapkan target tersebut. Mereka akan memperkenalkan kategori kendaraan baru yang disebut Extended Range EVs (EREVs) pada tahun 2027.
Kendaraan ini dirancang khusus untuk memberikan jangkauan maksimal, mengatasi salah satu hambatan terbesar adopsi mobil listrik. Ini menunjukkan komitmen Hyundai dalam menghadirkan solusi mobilitas berkelanjutan yang praktis bagi konsumen.
Perbandingan Jangkauan Model EV Hyundai Saat Ini
Meskipun target 965 km masih di masa depan, Hyundai telah memiliki jajaran mobil listrik dengan jangkauan yang cukup kompetitif. Model-model seperti Ioniq 6 dan Ioniq 5 telah membuktikan kapabilitas teknologi baterai Hyundai.
Hyundai Ioniq 6, misalnya, memiliki perkiraan jangkauan EPA maksimum 342 mil (sekitar 550 km) untuk model 2025 RWD dengan baterai besar. Bahkan, versi RWD dengan baterai 77.4 kWh (Long Range) dapat mencapai 614 km berdasarkan siklus WLTP.
Sementara itu, Hyundai Ioniq 5 dengan sistem baterai 800V dan baterai 84 kWh jarak jauh (RWD) mampu menempuh hingga 354 mil (sekitar 570 km). Model Ioniq 5 tahun 2024 sendiri masih menawarkan jangkauan 303 mil (sekitar 488 km) sekali pengisian penuh.
Untuk Hyundai Kona Electric, varian Long Range dengan baterai 64.8 kWh memiliki perkiraan jangkauan 260 mil (sekitar 418 km). Bahkan, dalam uji siklus perkotaan, Kona Electric pernah menempuh 790 km dengan baterai 64 kWh, menunjukkan efisiensi luar biasa.
Model masa depan seperti Ioniq 7 diprediksi menawarkan jangkauan melebihi 300 mil (sekitar 483 km). Lebih lanjut, Ioniq 9 model 2026 diperkirakan memiliki jangkauan EPA hingga 335 mil (sekitar 539 km) untuk trim S, bahkan mencapai 620 km (WLTP) untuk model yang akan masuk Indonesia.
Strategi Elektrifikasi Global dan Pasar Indonesia
Hyundai semakin serius menapaki era elektrifikasi dengan target ambisius mencapai penjualan 5,55 juta unit secara global pada 2030. Hampir 60 persen dari total penjualan tersebut ditargetkan berasal dari kendaraan listrik dan model hibrida.
Sebagai bagian dari strategi global, Hyundai juga melakukan perluasan lini produk di berbagai pasar, termasuk India, dengan target 32 model hingga tahun fiskal 2030. Ekspansi agresif ini menunjukkan keseriusan Hyundai dalam dominasi pasar EV.
Di Indonesia, PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) mengonfirmasi peluncuran setidaknya satu model mobil listrik baru pada tahun 2025. Hyundai Ioniq 9 mencuat sebagai kandidat utama, dengan NJKB tercatat Rp699 juta per Agustus/September 2025.
Ioniq 9 menawarkan kemampuan jelajah hingga 620 km (WLTP), menjadikannya pilihan menarik bagi konsumen Indonesia. Komitmen Hyundai juga terlihat dari produksi baterai lokal untuk All-New Kona Electric di Indonesia.